Kesaksian tentang Bait Allah
Ezra 5:8
Laporan Gubernur tentang Pembangunan Bait Allah
“Biarlah raja tahu bahwa kami sudah pergi ke provinsi Yehuda, ke Bait Allah Yang Mahabesar, yang dibangun dengan batu-batu yang sangat besar dan tembok-temboknya dilapisi dengan kayu. Pekerjaan ini dilakukan dengan tekun dan berhasil di tangan mereka.”Ezra 5:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kiranya raja maklum, bahwa kami datang ke daerah Yehuda, ke rumah Allah yang maha besar. Rumah itu sedang dibangun dengan batu yang besar-besar, sedang dindingnya dilapis dengan kayu, dan pekerjaan itu dikerjakan dengan seksama dan berjalan lancar di tangan mereka.”Ezra 5:8 · TB
Terjemahan Baru
“Kiranya Baginda maklum, bahwa kami telah pergi ke provinsi Yehuda dan melihat bahwa Rumah TUHAN, Allah Yang Besar, sedang dibangun kembali dengan batu-batu besar dan tembok-tembok yang dilapisi kayu. Pekerjaan itu dilakukan dengan sangat teliti dan berjalan dengan lancar.”Ezra 5:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kiranya Yang Mulia mengetahui bahwa kami sudah pergi ke wilayah Yehuda dan melihat bahwa kuil penyembahan dewa utama mereka sedang dibangun kembali. Batu-batu besar untuk temboknya disusun secara berlapis. Setelah beberapa lapisan batu diletakkan, di atasnya diletakkan lapisan kayu. Pekerjaan itu dilakukan dengan mantap dan berjalan lancar.”Ezra 5:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Be it known unto the king, that we went into the province of Judea, to the house of the great God, which is builded with great stones, and timber is laid in the walls, and this work goeth fast on, and prospereth in their hands.”Ezra 5:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 5:8?
Tatnai melaporkan bahwa mereka telah mengunjungi Yehuda dan menemukan Bait Allah yang sedang dibangun dengan batu besar dan kayu, dan pekerjaan itu berjalan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa pembangunan tersebut nyata dan berhasil.
Latar belakang
Mengagumi konstruksi yang kokoh
Tatnai menggambarkan Bait Allah yang sedang dibangun dengan batu-batu besar dan kayu sebagai lapisan. Dia mengakui bahwa pekerjaan itu dilakukan dengan tekun dan berhasil, menunjukkan kualitas dan kemajuan yang nyata.
Di mana
Yerusalem
Situs Bait Allah, dilihat oleh utusan gubernur
Kapan
~520 SM
Pemulihan setelah pembuangan
Yang berbicara
Tatnai
Gubernur wilayah seberang sungai, ~40 tahun, pejabat yang jujur
Kepada
Raja Darius
Raja Persia, ~50 tahun, penguasa yang baru naik takhta
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בַּיִת
bayit · bait
rumah, bangunan, bait
רַב
rav · besar
banyak, besar, agung
צְלַח
tselach · berhasil
berhasil, maju, beruntung
Kata 'bayit' untuk Bait Allah menunjukkan bahwa ini adalah 'rumah' Tuhan, bukan sekadar gedung. 'Rav' menekankan kebesaran konstruksi, dan 'tselach' menandakan bahwa keberhasilan itu adalah berkat dari Allah, bukan usaha manusia semata.
Tahukah kamu
Batu besar dan kayu berlapis
Teknik membangun dengan batu besar yang dilapisi kayu adalah ciri khas arsitektur Persia, yang dipakai juga untuk istana-istana kerajaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 5:8
1 Raja-raja 6:9
Pembangunan Bait Sulaiman
“Demikianlah ia membangun rumah itu dan menyelesaikannya...”
Mazmur 127:1
Tuhan yang membangun
“Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.”
Yesaya 28:16
Batu sebagai dasar
“Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 5:8
✕ Sering dikira
Mengira bahwa pembangunan Bait Allah hanya pekerjaan manusia, tanpa campur tangan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Keberhasilan pembangunan adalah karena mata Allah tertuju kepada para tua-tua (ayat 5), dan kata 'berhasil' menunjukkan berkat dari Tuhan.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa karena Bait Allah dibangun kembali, itu berarti Allah membutuhkan bangunan fisik.
✓ Yang sebenarnya
Bait Allah adalah tempat simbolis kehadiran Allah, dan pembangunannya adalah respons atas pimpinan-Nya, bukan karena Allah tinggal di dalamnya.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 5:8
Terkadang pekerjaan Tuhan terlihat jelas dan berhasil di mata orang lain. Ini mengingatkan kita untuk tetap tekun dan bersungguh-sungguh dalam setiap tugas yang Tuhan berikan, karena itu bisa menjadi kesaksian bagi orang lain.
Tuhan, jadikan pekerjaanku hari ini sebagai kesaksian yang nyata dan berhasil, demi kemuliaan-Mu. Amin.