Penghentian dengan Kekerasan
Ezra 4:23
Intrik dan Perlawanan
“Setelah salinan surat dari Raja Artahsasta dibacakan di depan Rehum, juru tulis Simsai, dan rekan-rekan mereka, mereka segera pergi ke Yerusalem, kepada orang-orang Yahudi, dan menghentikan orang-orang itu dengan kekerasan dan paksaan.”Ezra 4:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka setelah salinan surat raja Artahsasta dibacakan kepada Rehum, dan Simsai, panitera, serta rekan-rekan mereka, berangkatlah mereka dengan segera ke Yerusalem mendapatkan orang-orang Yahudi, dan dengan kekerasan mereka memaksa orang- orang itu menghentikan pekerjaan itu.”Ezra 4:23 · TB
Terjemahan Baru
“Segera setelah surat Artahsasta itu dibacakan kepada Rehum, Simsai dan rekan-rekan mereka, berangkatlah mereka ke Yerusalem dan memaksa orang Yahudi menghentikan pekerjaan membangun kembali kota itu.”Ezra 4:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah surat itu dibacakan di depan Gubernur Rehum dan sekretaris provinsi, Simsai, serta rekan-rekan mereka, maka berangkatlah mereka secepatnya ke Yerusalem. Dengan ancaman untuk menggunakan kekerasan, mereka menghentikan orang-orang Yahudi yang sedang mengerjakan pembangunan.”Ezra 4:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now when the copy of king Artaxerxes’ letter was read before Rehum, and Shimshai the scribe, and their companions, they went up in haste to Jerusalem unto the Jews, and made them to cease by force and power.”Ezra 4:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 4:23?
Setelah surat raja dibacakan, Rehum dan Simsai segera pergi ke Yerusalem dan memaksa orang Yahudi berhenti membangun dengan kekerasan. Ini menunjukkan betapa efektifnya musuh dalam memanfaatkan otoritas raja untuk menghambat pekerjaan Allah.
Latar belakang
Paksaan Musuh
Setelah surat Artahsasta dibacakan, Rehum dan Simsai segera pergi ke Yerusalem. Mereka memaksa orang-orang Yahudi untuk berhenti bekerja dengan kekerasan dan paksaan, mungkin dengan ancaman fisik atau penyitaan material. Ini menunjukkan bahwa perlawanan mereka bukan sekadar oposisi halus, tetapi tindakan agresif.
Di mana
Yerusalem
Di lokasi pembangunan Bait Allah
Kapan
~465 SM
Pembuangan dan Pemulihan
Yang berbicara
Penulis kitab Ezra
Narator yang mencatat peristiwa sejarah umat Israel.
Kepada
Pembaca kitab Ezra
Umat yang ingin memahami pemulihan Yerusalem.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֵיל
cheil · kekerasan
Kekuatan, tentara, atau kekuasaan yang digunakan untuk memaksa.
פְּשַׁר
peshar · paksaan
Memaksa atau mendorong dengan keras, menggunakan wewenang untuk menekan.
בְּטֵל
betel · menghentikan
Membuat berhenti, mengakhiri, atau membatalkan pekerjaan.
Kata-kata ini menggambarkan tindakan yang tegas dan menindas, menunjukkan bahwa musuh menggunakan kekuatan otoritas untuk menghentikan pekerjaan Tuhan. Ini mengingatkan bahwa kuasa duniawi bisa menghambat pekerjaan rohani, tetapi tidak selamanya.
Tahukah kamu
Pembacaan Surat
Surat kerajaan biasanya dibacakan secara terbuka di depan umum, sebagai tanda otoritas dan agar semua orang mengetahuinya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 4:23
Kisah Para Rasul 4:18
Larangan otoritas
“Mereka memanggil keduanya dan melarang mereka berbicara sama sekali dalam nama Yesus.”
2 Timotius 3:12
Penderitaan orang benar
“Semua orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.”
Nehemia 4:1-3
Oposisi terhadap pembangunan
“Ketika Sanbalat mendengar bahwa kami sedang membangun kembali tembok, ia marah dan sangat mengejek.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 4:23
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa kekerasan berarti pembunuhan atau perkelahian fisik yang parah.
✓ Yang sebenarnya
Kata ini bisa berarti paksaan kuat, mungkin militer, tetapi tidak selalu kekerasan fisik yang fatal.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa orang Yahudi berhenti karena takut, bukan karena ketaatan pada perintah raja.
✓ Yang sebenarnya
Mereka berhenti karena perintah resmi, meskipun takut juga berperan.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 4:23
Terkadang perlawanan datang dengan cara yang tampaknya sah, tetapi kita tetap percaya bahwa Tuhan sanggup memulihkan. Jangan menyerah pada intimidasi.
Allah yang Mahakuasa, saat menghadapi penindasan, kuatkan imanku untuk tetap teguh dalam panggilan-Mu. Amin.