Para imam yang kehilangan silsilah
Ezra 2:61
Daftar orang yang pulang dari pembuangan
“Keturunan para imam: keturunan Habaya, keturunan Hakos, dan keturunan Barzilai, yang mengawini seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead, dan dinamai menurut nama keluarga itu.”Ezra 2:61 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan dari antara kaum imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut nama keluarga itu.”Ezra 2:61 · TB
Terjemahan Baru
“Beberapa kaum keluarga imam juga tidak dapat menemukan catatan mengenai leluhur mereka, yaitu kaum keluarga Habaya, Hakos, dan Barzilai. (Leluhur kaum Barzilai kawin dengan seorang perempuan keturunan kaum Barzilai di Gilead, dan kemudian ia memakai nama keluarga mertuanya.) Karena mereka tidak dapat membuktikan siapa leluhur mereka, maka mereka tidak diterima sebagai imam.”Ezra 2:61 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Beberapa keluarga imam juga tidak diterima bergabung dalam kelompok imam, karena nama leluhur mereka tidak ada di dalam buku daftar itu, sehingga mereka dinyatakan tidak suci dan tidak layak untuk pelayanan keimaman di rumah TUHAN. Mereka adalah keluarga Habaya, Hakos, dan Barzilai. (Sebelum bernama Barzilai, dia menikah dengan anak perempuan Barzilai dari Gilead. Kemudian dia dipanggil dengan nama Barzilai, seperti nama mertuanya itu.)”Ezra 2:61 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And of the children of the priests: the children of Habaiah, the children of Koz, the children of Barzillai; which took a wife of the daughters of Barzillai the Gileadite, and was called after their name:”Ezra 2:61 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ezra 2:61?
Ayat ini mendaftarkan keturunan imam yang kembali dari pembuangan: Habaya, Hakos, dan Barzilai. Khusus Barzilai, ia menikah dengan putri Barzilai orang Gilead dan memakai nama keluarga itu. Ini menunjukkan betapa pentingnya silsilah bagi imam, karena identitas dan jabatan mereka bergantung pada garis keturunan.
Latar belakang
Imam-imam yang identitasnya dipertanyakan
Ayat ini menyebutkan tiga keluarga imam yang tidak dapat membuktikan silsilah mereka. Salah satunya, keturunan Barzilai, mengambil nama dari ayah mertuanya, orang Gilead yang terkenal. Ini menunjukkan masalah pentingnya garis keturunan bagi para imam.
Di mana
Yerusalem
Dalam konteks pendaftaran kembali orang-orang yang pulang
Kapan
~538 SM
Setelah pembuangan Babel
Yang berbicara
Penulis kitab Ezra
Ahli Taurat dan imam, ~450 SM
Kepada
Pembaca kitab Ezra
Orang Israel, khususnya yang baru kembali dari pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לָקַח
laqach · mengawini
mengambil, memilih (istri)
קָרָא
qara · dinamai
memanggil, menyebut nama
בַּרְזִלַּי
Barzillay · Barzilai
besi, atau nama pribadi
Kata-kata ini menunjukkan bahwa identitas di zaman itu sangat terkait dengan nama keluarga. Mengambil nama mertua mungkin dilakukan untuk kehormatan, tetapi kemudian menjadi masalah karena tidak ada catatan resmi.
Tahukah kamu
Barzilai yang terkenal
Barzilai yang disebut di sini mungkin merujuk pada tokoh kaya di 2 Samuel 19 yang menolong Raja Daud, dan keluarganya kemudian dihormati.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 2:61
2 Samuel 19:31-39
tokoh Barzilai
“Barzilai, orang Gilead, datang dari Rogelim untuk mengantarkan raja menyeberangi sungai Yordan.”
Ezra 8:2
silsilah imam
“Dari keturunan Pinehas: Gersom. Dari keturunan Itamar: Daniel. Dari keturunan Daud: Hatus.”
Bilangan 1:18
pendaftaran silsilah
“Mereka memanggil semua orang untuk berkumpul, lalu mendaftarkan diri menurut silsilahnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ezra 2:61
✕ Sering dikira
Mengira Barzilai adalah nama keluarga asli imam itu.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah nama dari ayah mertuanya, bukan garis keturunan imam.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa menikahi wanita asing selalu salah.
✓ Yang sebenarnya
Di sini tidak ada pernyataan salah, hanya masalah keturunan imam.
Renungan
Renungan Singkat Ezra 2:61
Identitas kita dalam Kristus lebih penting dari silsilah duniawi. Daripada terlalu fokus pada latar belakang keluarga, kita dapat bersyukur bahwa kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah.
Tuhan, terima kasih karena Engkau menentukan identitas kami sebagai anak-Mu, bukan berdasarkan garis keturunan kami. Amin.