Komplotan Pembunuhan Terungkap
Ester 2:21
Ester Menjadi Ratu
PerikopMordekhai Mengetahui Persekongkolan Melawan Raja · Ester 2:19-23 →“Pada suatu hari, ketika Mordekhai sedang duduk di pintu gerbang istana raja, Bigtan dan Teresh, dua sida-sida raja yang menjaga pintu, menjadi marah dan mencari cara untuk membunuh Raja Ahasyweros.”Ester 2:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu itu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, lalu berikhtiarlah mereka untuk membunuh raja Ahasyweros.”Ester 2:21 · TB
Terjemahan Baru
“Pada suatu hari, ketika Mordekhai sedang bertugas di istana, dua orang pejabat khusus raja, yaitu Bigtan dan Teres, bersekongkol hendak membunuh Raja Ahasyweros, karena mereka sangat membencinya.”Ester 2:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada suatu hari ketika Mordekai sedang melakukan pekerjaannya di istana, dua pengawal raja sedang berada di sana. Keduanya bernama Bigtana dan Teres yang bertugas sebagai pengawal di luar ruangan pribadi raja. Mereka menyimpan dendam terhadap raja sehingga berencana untuk membunuhnya.”Ester 2:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“In those days, while Mordecai sat in the king’s gate, two of the king’s chamberlains, Bigthan and Teresh, of those which kept the door, were wroth, and sought to lay hand on the king Ahasuerus.”Ester 2:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ester 2:21?
Dua sida-sida raja, Bigtan dan Teresh, berkomplot untuk membunuh Raja Ahasyweros. Ayat ini memperlihatkan adanya ancaman terhadap raja dan menjadi bagian dari rencana Allah untuk meninggikan posisi Mordekhai, karena ia kemudian mengetahui rencana ini dan melaporkannya.
Latar belakang
Bigtan dan Teresh
Dua sida-sida raja, Bigtan dan Teresh, marah dan berencana membunuh Raja Ahasyweros. Mordekhai yang duduk di gerbang mengetahui rencana itu dan melaporkannya kepada Ester, lalu Ester menyampaikannya kepada raja.
Di mana
Susan (Susa)
Di pintu gerbang istana raja
Kapan
~480 SM
Pembuangan ke Babel
Yang berbicara
Penulis
Penulis anonim, kemungkinan orang Yahudi diaspora
Kepada
Pembaca
Komunitas Yahudi diaspora di Persia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נכה
nakah · membunuh
memukul, menyerang, atau membunuh; menunjukkan tindakan kekerasan yang disengaja
מלך
melek · raja
penguasa atau monarki; pusat kekuasaan di kerajaan
שמר
shamar · menjaga
menjaga, mengawasi; merujuk pada tugas penjaga pintu
Kata 'menjaga' (shamar) sama seperti 'mematuhi' pada ayat 20, tetapi di sini bermakna tugas menjaga pintu. Ironisnya, para penjaga itulah yang menjadi pengkhianat, sementara Mordekhai justru penjaga yang setia.
Tahukah kamu
Sida-sida di istana
Sida-sida sering kali memiliki akses dekat kepada raja dan bisa menjadi sangat berpengaruh. Namun, mereka juga rentan terhadap intrik politik, seperti yang terlihat di sini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ester 2:21
Amsal 21:1
kendali atas raja
“Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, Ia mengalirkannya ke mana saja Ia mau.”
Mazmur 127:1
menjaga sia-sia
“Jikalau bukan TUHAN yang menjaga kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
Ayub 5:12
rencana jahat gagal
“Ia menggagalkan rencana orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ester 2:21
✕ Sering dikira
Mordekhai mencari muka dengan melaporkan komplotan ini.
✓ Yang sebenarnya
Mordekhai bertindak loyal kepada raja, dan peristiwa ini akan digunakan Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya kelak.
✕ Sering dikira
Penjaga pintu selalu setia kepada raja.
✓ Yang sebenarnya
Justru penjaga pintulah yang menjadi pengkhianat, menunjukkan bahwa kepercayaan tidak selalu aman.
Renungan
Renungan Singkat Ester 2:21
Kejahatan sering kali direncanakan dalam diam, tetapi Allah melihat semuanya. Kita dapat mempercayai pemeliharaan-Nya, bahwa Dia dapat memakai keadaan untuk kebaikan, bahkan ketika bahaya mengintai.
Ya Tuhan, kami bersyukur bahwa Engkau senantiasa mengawasi dan melindungi kami dari rencana jahat. Bimbinglah kami untuk selalu waspada dan bertindak benar. Amin.