Para penuduh dihukum
Daniel 6:24
Keadilan dan pembalasan
PerikopGua Singa · Daniel 6:1-28 →“(6-25) Raja memberi perintah supaya mereka membawa orang-orang yang telah menuduh Daniel, lalu melemparkan mereka, anak-anak, dan istri mereka ke liang singa. Singa-singa itu telah menerkam sampai meremukkan semua tulang mereka, bahkan sebelum orang-orang itu sampai ke dasar liang,”Daniel 6:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(6-25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa Daniel 6.25–7.1 42 itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.”Daniel 6:24 · TB
Terjemahan Baru
“(6-25) Kemudian raja memerintahkan orang supaya menangkap orang-orang yang telah mengadukan Daniel. Lalu mereka bersama-sama dengan anak-anak dan istri-istri mereka dilemparkan ke dalam gua singa itu. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka dan meremukkan tulang-tulang mereka.”Daniel 6:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And the king commanded, and they brought those men which had accused Daniel, and they cast them into the den of lions, them, their children, and their wives; and the lions had the mastery of them, and brake all their bones in pieces or ever they came at the bottom of the den.”Daniel 6:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Daniel 6:24?
Ayat ini menceritakan hukuman yang menimpa para penuduh Daniel beserta keluarga mereka, yang dilemparkan ke gua singa dan mati. Ini menunjukkan bahwa kejahatan mendapat balasan yang setimpal dan kebenaran Tuhan ditegakkan.
Latar belakang
Hukuman bagi para penuduh
Raja memerintahkan agar orang-orang yang menuduh Daniel, beserta anak-anak dan istri mereka, dilemparkan ke liang singa. Sebelum mereka mencapai dasar, singa-singa telah menerkam dan meremukkan tulang mereka. Ini adalah pembalasan atas kejahatan mereka dan penegasan bahwa Allah membela orang benar.
Di mana
Liang singa di Babel
Di dekat liang singa · siang hari
Kapan
~539 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Narator
Penulis kitab Daniel, kemungkinan Daniel sendiri
Kepada
Pembaca
Umat Allah di pembuangan dan kita
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טְרַף
teraph · menerkam
merobek, mencabik-cabik
דְּקַק
deqaq · meremukkan
menghancurkan, menumbuk halus
גֶּרֶם
gerem · tulang
tulang, kerangka
Kata 'menerkam' dan 'meremukkan' menggambarkan kekejaman singa, sementara 'tulang' menunjukkan kehancuran total. Ini kontras dengan Daniel yang tidak terluka, menekankan bahwa Allah melindungi umat-Nya tetapi membiarkan kejahatan menuai akibatnya.
Tahukah kamu
Hukuman keluarga
Dalam budaya Persia kuno, hukuman sering melibatkan seluruh keluarga sebagai bentuk pencegahan. Ini menunjukkan betapa seriusnya kejahatan yang mereka lakukan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Daniel 6:24
Amsal 26:27
jebakan sendiri
“Siapa menggali lubang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia.”
Mazmur 7:15-16
kejahatan membalas
“Ia membuat lubang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam lubang yang dibuatnya. Celakanya akan menimpa dia sendiri, dan kekerasannya akan turun ke atas kepalanya.”
Galatia 6:7
menuai apa yang ditabur
“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya diejek. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Daniel 6:24
✕ Sering dikira
Allah kejam karena menghukum anak-anak dan istri yang mungkin tidak bersalah.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks budaya dan hukum saat itu, keluarga dianggap bertanggung jawab bersama; ini bukan gambaran umum tentang cara Allah memperlakukan orang, tetapi catatan sejarah tentang akibat kejahatan.
✕ Sering dikira
Kita boleh bersukacita atas kematian orang jahat.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab mengajarkan untuk tidak bergembira atas kejatuhan musuh (Amsal 24:17), tetapi teks ini menegaskan keadilan Allah.
Renungan
Renungan Singkat Daniel 6:24
Kadang kita melihat keadilan terjadi dengan cara yang keras. Namun, Tuhan adalah pembela yang adil. Hindari iri hati dan fitnah, karena perbuatan jahat akan membawa akibat buruk.
Tuhan, ajarilah aku untuk selalu hidup benar dan tidak menuduh orang lain dengan sembrono. Ampunilah aku jika aku pernah berlaku tidak adil, dan berikan aku hati yang penuh kasih. Amin.