Panggilan untuk Keluar
Daniel 3:26
Tuhan Menyelamatkan dari Perapian
PerikopBerhala Emas dan Perapian yang Menyala · Daniel 3:1-30 →“Kemudian, Raja Nebukadnezar mendekat ke pintu perapian yang menyala-nyala itu. Dia berbicara, katanya, “Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, kalian hamba-hamba Allah Yang Mahatinggi, keluarlah dan datanglah kemari!” Lalu, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego keluar dari tengah-tengah api itu.”Daniel 3:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.”Daniel 3:26 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian itu dan berseru, "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah Yang Mahatinggi! Keluarlah dari perapian itu!" Maka keluarlah mereka.”Daniel 3:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then Nebuchadnezzar came near to the mouth of the burning fiery furnace, and spake, and said, Shadrach, Meshach, and Abednego, ye servants of the most high God, come forth, and come hither. Then Shadrach, Meshach, and Abednego, came forth of the midst of the fire.”Daniel 3:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Daniel 3:26?
Raja memanggil mereka untuk keluar, menyebut Allah mereka sebagai 'Allah Yang Mahatinggi'. Ini menunjukkan pengakuan raja akan kekuasaan Allah yang lebih tinggi, yang mampu menyelamatkan hamba-hamba-Nya.
Latar belakang
Raja Mendekat dan Memanggil
Raja mendekati mulut perapian yang panas dan memanggil ketiga pemuda itu dengan gelar 'hamba-hamba Allah Yang Mahatinggi'. Dia menyuruh mereka keluar, dan mereka pun keluar tanpa cedera.
Di mana
Dataran Dura, Babel
Di pintu perapian yang menyala-nyala
Kapan
~580 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Nebukadnezar
Raja Babel yang mulai mengakui kuasa Allah, ~55 tahun
Kepada
Sadrakh, Mesakh, Abednego
Tiga pemuda Yahudi yang setia, ~35 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עִלָּאָה
illa'ah · Mahatinggi
Tertinggi, menunjukkan otoritas ilahi yang mengatasi semua dewa.
עַבְדֵי
avdei · hamba-hamba
Pelayan, menunjukkan sikap tunduk dan setia kepada Allah.
פְּקוּ
peku · keluarlah
Perintah untuk keluar, menunjukkan otoritas raja yang mengakui tindakan Allah.
Gelar 'Mahatinggi' dan 'hamba-hamba' menunjukkan hubungan antara Allah yang berdaulat dan umat-Nya yang setia, bahkan di tengah penguasa asing.
Tahukah kamu
Gelar 'Mahatinggi'
Nebukadnezar menggunakan gelar 'Allah Yang Mahatinggi' (El Elyon) untuk Tuhan, gelar yang dipakai Abraham dalam Kejadian, meskipun raja belum memahami sepenuhnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Daniel 3:26
Kejadian 14:22
gelar yang sama
“Aku mengangkat tanganku kepada TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, yang menjadikan langit dan bumi.”
Keluaran 3:6
Allah yang dikenal
“Lagi firman-Nya: 'Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.'”
Daniel 4:34
pengakuan raja
“Aku memuji dan meninggikan serta memuliakan Raja Sorgawi, sebab segala perbuatan-Nya benar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Daniel 3:26
✕ Sering dikira
Nebukadnezar sudah menjadi pengikut Tuhan sepenuhnya.
✓ Yang sebenarnya
Dia mengakui kekuasaan Tuhan, tetapi belum tentu meninggalkan dewa-dewanya.
✕ Sering dikira
Perapiannya sudah tidak panas, sehingga mereka bisa keluar dengan mudah.
✓ Yang sebenarnya
Api itu sangat panas; justru mereka dilindungi secara ajaib di dalamnya.
Renungan
Renungan Singkat Daniel 3:26
Kesetiaan kita kepada Allah dapat menjadi kesaksian yang mengubah hati orang lain. Ketika kita bertahan dalam iman, orang di sekitar kita mungkin mulai mengenali kebesaran Allah kita.
Ya Allah Yang Mahatinggi, buatlah hidup kami menjadi saksi yang memuliakan-Mu, sehingga banyak orang mengenal-Mu. Amin.