Persembahan Nazir
Bilangan 6:14
Kurban Kenaziran
“dan memberikan persembahan kepada TUHAN berupa: seekor domba jantan berumur setahun yang tidak bercacat untuk kurban bakaran; seekor domba betina berumur setahun yang tidak bercacat untuk kurban penghapus dosa; seekor domba jantan yang tidak bercacat untuk kurban pendamaian;”Bilangan 6:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan ia harus mempersembahkan sebagai persembahannya kepada TUHAN seekor domba jantan berumur setahun Bilangan 6.15–18 38 yang tidak bercela untuk korban bakaran dan seekor domba betina berumur setahun yang tidak bercela untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan yang tidak bercela untuk korban keselamatan,”Bilangan 6:14 · TB
Terjemahan Baru
“dengan membawa kepada TUHAN tiga ekor ternak yang tidak ada cacatnya: seekor anak domba jantan berumur satu tahun untuk kurban bakaran, seekor anak domba betina berumur satu tahun untuk kurban pengampunan dosa, dan seekor domba jantan untuk kurban perdamaian.”Bilangan 6:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“dengan membawa persembahan berupaseekor anak domba jantan berumur setahun yang tidak bercacat sebagai kurban yang dibakar habis, seekor anak domba betina berumur setahun yang tidak bercacat sebagai kurban penghapus dosa, dan seekor domba jantan yang tidak bercacat untuk kurban tanda damai,”Bilangan 6:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he shall offer his offering unto the LORD, one he lamb of the first year without blemish for a burnt offering, and one ewe lamb of the first year without blemish for a sin offering, and one ram without blemish for peace offerings,”Bilangan 6:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 6:14?
Ayat ini merinci persembahan yang harus dibawa oleh seorang nazir: seekor domba jantan untuk kurban bakaran, seekor domba betina untuk kurban penghapus dosa, dan seekor domba jantan untuk kurban pendamaian. Semua harus tidak bercacat, melambangkan totalitas dan kesempurnaan penyerahan kepada Tuhan.
Latar belakang
Tiga Kurban
Nazir membawa lima persembahan: domba jantan untuk bakaran, domba betina untuk penghapus dosa, dan domba jantan untuk pendamaian, juga keranjang roti tidak beragi. Semua dipersembahkan sebagai respons atas penyelesaian masa kenaziran.
Di mana
Gunung Sinai
Di Kemah Pertemuan, altar kurban bakaran
Kapan
~1445 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, pewaris janji, ~40 tahun di padang gurun
Kepada
Orang Nazir
Orang Israel yang menuntaskan nazarnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָרְבָּן
qorban · persembahan
Apa yang dibawa mendekat kepada Tuhan, dari akar 'dekat'.
תָּמִים
tamim · tidak bercacat
Utuh, tanpa cela, sempurna; melambangkan kualitas terbaik.
עֹלָה
'olah · kurban bakaran
Persembahan yang naik (dibakar habis), melambangkan dedikasi total.
Ketiga kata ini menyatu dalam makna bahwa mendekat kepada Tuhan memerlukan persembahan terbaik dan menyeluruh. 'Tidak bercacat' berarti memberikan yang terbaik, bukan sisa.
Tahukah kamu
Domba Jantan untuk Pendamaian
Kurban pendamaian (syukur) menandakan pemulihan hubungan dengan Tuhan, dan bagian imam adalah dada dan paha kanan persembahan unjukan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 6:14
Imamat 1:3
Kurban bakaran
“Jika persembahannya adalah kurban bakaran dari lembu, ia harus mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercacat.”
Mazmur 51:17
Kurban rohani
“Kurban bagi Allah adalah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk.”
Ibrani 10:10
Penggenapan
“Kita telah dikuduskan melalui persembahan tubuh Yesus Kristus sekali untuk selama-lamanya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 6:14
✕ Sering dikira
Kurban ini adalah cara untuk ‘membeli’ berkat Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Kurban adalah ungkapan syukur dan ketaatan, bukan transaksi.
✕ Sering dikira
Semua kurban harus dipersembahkan setiap hari oleh semua orang.
✓ Yang sebenarnya
Ini khusus untuk nazir di akhir masa nazarnya.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 6:14
Persembahan yang terbaik dan tanpa cacat mengajarkan kita untuk memberikan yang terbaik dalam hidup kita kepada Tuhan, bukan sisa atau yang kurang berkualitas. Setiap aspek hidup kita—waktu, talenta, dan sumber daya—layak dipersembahkan dengan sungguh-sungguh.
Tuhan, mampukan aku untuk mempersembahkan yang terbaik dari hidupku kepada-Mu, tanpa cela dan dengan penuh kesungguhan. Amin.