Para putri memperjuangkan hak waris
Bilangan 27:4
Hak Waris Bagi Anak Perempuan
PerikopAnak Perempuan Zelafehad · Bilangan 27:1-11 →“Mengapa nama ayah kami dihapuskan dari keluarganya, karena dia tidak memiliki anak laki-laki? Sebab itu, berikanlah kepada kami tanah pusaka di tengah saudara ayah kami.””Bilangan 27:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mengapa nama ayah kami harus hapus dari tengah-tengah kaumnya, oleh karena ia tidak mempunyai anak Bilangan 27.5–10 161 laki-laki? Berilah kami tanah milik di antara saudara-saudara ayah kami."”Bilangan 27:4 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi mengapa namanya harus hilang dari bangsa Israel hanya karena ia tidak mempunyai keturunan laki-laki? Berilah kami tanah pusaka bersama-sama dengan sanak saudara ayah kami."”Bilangan 27:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apakah hanya karena dia tidak punya anak laki-laki sebagai pewaris, namanya terhapus dari marganya? Mohon berikanlah kami tanah warisan bersama dengan saudara-saudara ayah kami.””Bilangan 27:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Why should the name of our father be done away from among his family, because he hath no son? Give unto us therefore a possession among the brethren of our father.”Bilangan 27:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 27:4?
Pertanyaan mereka sangat masuk akal: mengapa nama ayah mereka dihapuskan hanya karena tidak memiliki anak laki-laki? Mereka meminta bagian warisan di antara saudara-saudara ayah mereka, sehingga nama ayah mereka tetap ada. Ini adalah permohonan yang adil dan berdasarkan kebutuhan nyata.
Latar belakang
Pertanyaan yang Mengguncang Sistem
Anak-anak perempuan Zelafehad menghadap para pemimpin karena ayah mereka tidak punya anak laki-laki. Mereka khawatir nama ayahnya akan hilang dari keluarga dan tidak mendapat bagian tanah warisan. Mereka meminta diberikan tanah pusaka di antara saudara-saudara ayahnya.
Di mana
Dataran Moab, dekat Sungai Yordan
Di depan pintu tenda pertemuan, di perkemahan Israel
Kapan
~1406 SM
Akhir perjalanan di padang gurun, sebelum masuk Kanaan
Yang berbicara
Anak-anak Zelafehad
Lima perempuan muda yang baru kehilangan ayah, berani bersuara.
Kepada
Musa, Imam Eleazar, para pemimpin, dan seluruh umat
Para pemimpin dan orang banyak yang berkumpul di depan tenda pertemuan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָּרַע
gara' · dihapuskan
Mengurangi, menghilangkan, atau memotong bagian
מִשְׁפָּחָה
mishpachah · keluarga
Kelompok keluarga besar atau klan
אֲחֻזָּה
achuzzah · tanah pusaka
Kepemilikan tanah yang turun-temurun
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa warisan tanah adalah hak yang sangat penting, dan kehilangan itu berarti kehilangan identitas dan tempatmu dalam komunitas. Pertanyaan mereka bukan hanya soal harta, tapi juga soal keberlanjutan nama keluarga.
Tahukah kamu
Nama-nama yang Indah
Nama-nama mereka (Mahla, Noa, Hogla, Milka, Tirza) bukan hanya sebutan, tapi beberapa di antaranya berarti 'kelembutan' atau 'wangi-wangian'. Ini menunjukkan mereka bukanlah orang yang asal, tapi setiap orang punya identitas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 27:4
Bilangan 36:2
Menyambung tema warisan
“Mereka berkata, 'TUHAN telah memerintahkan tuanku untuk memberikan tanah pusaka kepada orang Israel dengan undian...'”
Ayub 42:15
Perempuan bisa mewarisi
“Ayub memberikan warisan kepada anak-anak perempuannya bersama-sama dengan anak laki-laki mereka.”
Rut 4:9
Hak waris dibicarakan
“Boas berkata, 'Kamu menjadi saksi hari ini, bahwa aku telah membeli dari tangan Naomi segala milik Elimelekh...'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 27:4
✕ Sering dikira
Mereka dianggap memberontak terhadap otoritas Musa.
✓ Yang sebenarnya
Mereka mengajukan permohonan yang sah dan justru sesuai dengan kehendak Tuhan.
✕ Sering dikira
Mereka hanya peduli soal harta, bukan soal nama keluarga.
✓ Yang sebenarnya
Mereka takut nama ayahnya hilang, yang sangat penting dalam budaya Israel.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 27:4
Terkadang kita perlu mempertanyakan aturan atau tradisi yang tidak adil. Jangan takut untuk mengajukan pertanyaan kritis dengan cara yang santun, karena bisa membawa perubahan yang positif bagi banyak orang.
Ya Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk mempertanyakan hal-hal yang tidak adil di sekitar kami dan bertindak dengan bijaksana. Amin.