Raja marah, jari diremas-remas
Bilangan 24:10
Bileam tak bisa kutuk Israel
“Balak marah kepada Bileam sambil meremas-remas jarinya, lalu berkata kepada Bileam, “Aku memanggilmu untuk mengutuk musuh-musuhku, tetapi kamu malah memberkati mereka sampai tiga kali.”Bilangan 24:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu bangkitlah amarah Balak terhadap Bileam dan dengan meremas- Bilangan 24.11–14 146 remas jarinya berkatalah ia kepada Bileam: "Untuk menyerapah musuhku aku memanggil engkau, tetapi sebaliknya sampai tiga kali engkau memberkati mereka.”Bilangan 24:10 · TB
Terjemahan Baru
“Dengan marah Balak mengepalkan tinjunya dan berkata kepada Bileam, "Engkau kupanggil untuk mengutuk musuh-musuhku, tetapi mereka malah kauberkati sampai tiga kali.”Bilangan 24:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka Balak menjadi geram kepada Bileam. Dengan mengepalkan tinjunya dia berkata, “Saya memanggil kamu untuk mengutuk musuh-musuh saya, tetapi kamu malah memberkati mereka sampai tiga kali!”Bilangan 24:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Balak’s anger was kindled against Balaam, and he smote his hands together: and Balak said unto Balaam, I called thee to curse mine enemies, and, behold, thou hast altogether blessed them these three times.”Bilangan 24:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 24:10?
Balak marah besar kepada Bileam karena sebaliknya dari mengutuk Israel, Bileam memberkati mereka berkali-kali. Balak merasa dikhianati dan kecewa karena upah yang dijanjikan tidak jadi diberikan. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak bisa memaksa kehendak Allah melalui cara-cara yang jahat.
Latar belakang
Raja murka karena berkat
Balak sudah tiga kali menyuruh Bileam mengutuk Israel, tapi setiap kali Bileam malah memberkati. Sekarang Balak marah besar, meremas-remas jarinya, dan melampiaskan kemarahannya kepada Bileam. Dia merasa dibodohi dan menolak memberi upah yang dijanjikan.
Di mana
Moab
Di padang Moab, dekat puncak gunung
Kapan
~1406 SM
Perjalanan ke Kanaan
Yang berbicara
Balak
Raja Moab, ~60 tahun, panik lihat Israel
Kepada
Bileam
nabi bayaran dari Petor, ~70 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָרָה
charah · marah
menjadi panas, terbakar amarah
קָרָא
qara · memanggil
memanggil, menyerukan, mengundang
קָבַב
qavav · mengutuk
mengutuk, menista, menghujat
Amarah Balak (charah) muncul karena panggilannya (qara) untuk mengutuk (qavav) ditolak. Kata 'qavav' dipakai khusus untuk kutukan magis, dan itu menunjukkan niat Balak bukan sekadar marah, tapi mau memakai kuasa gaib.
Tahukah kamu
Lima kali dipanggil?
Menurut Bil 22-24, Balak memanggil Bileam lewat utusan dua kali, lalu mengajaknya ke tiga lokasi berbeda. Ayat ini adalah kali ketiga dan terakhir mereka bertemu, dan emosi Balak sudah memuncak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 24:10
Kejadian 12:3
janji Tuhan
“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau.”
Bilangan 23:11
kemarahan awal
“Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: 'Apakah yang kaulakukan kepadaku ini? Untuk menyerapah musuhkulah aku membawa engkau, tetapi engkau sebaliknya memberkati mereka.'”
Bilangan 24:25
akhir pertemuan
“Lalu bangunlah Bileam dan pulanglah ia, dan Balak pun pergi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 24:10
✕ Sering dikira
Bileam kehilangan upah karena Tuhan marah padanya.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru menunjukkan Tuhan memakai Bileam; Bileam sendiri taat pada firman Tuhan, bukan karena takut kehilangan upah, tapi karena tidak bisa melawan perintah Allah.
✕ Sering dikira
Balak marah karena Bileam tidak profesional.
✓ Yang sebenarnya
Balak marah karena Tuhan membalikkan rencananya; Bileam sudah diperingatkan sebelumnya bahwa ia hanya bisa mengatakan firman Tuhan, jadi ini bukan soal profesionalisme.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 24:10
Sering kali kita kecewa ketika rencana kita tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Belajarlah untuk menerima bahwa Tuhan punya rencana yang lebih baik, dan jangan marah ketika Tuhan tidak mengikuti keinginan kita. Percayalah bahwa jalan-Nya selalu terbaik.
Tuhan, ampuni kami ketika kami marah karena kehendak-Mu berbeda dengan keinginan kami. Ajari kami untuk berserah dan percaya bahwa rencana-Mu adalah yang terbaik. Amin.