Bileam menunggu jawaban TUHAN

Bilangan 22:8

Bileam dan Keledai yang Berbicara

PerikopBileam dan Raja Moab · Bilangan 22:1-20 →
“Bileam berkata kepada mereka, “Bermalamlah di sini. Aku akan berbicara kepada TUHAN dan memberitahumu jawaban-Nya kepadaku.” Para pemimpin Moab tinggal di sana bersama Bileam.”

Bilangan 22:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 22:8?

Bileam menanggapi utusan Balak dengan mengatakan bahwa dia akan menanyakan dahulu kepada TUHAN. Ini menunjukkan bahwa Bileam, meskipun seorang nabi, mau mencari kehendak Tuhan sebelum mengambil keputusan.

Latar belakang

Bileam menginapkan utusan

Bileam meminta utusan bermalam sementara ia bertanya kepada TUHAN. Ini menunjukkan ia mengakui otoritas TUHAN, meski mungkin masih dengan motivasi ganda.

Di mana

Petor

Rumah Bileam, dekat Sungai Efrat

Kapan

~1406 SM

Perjalanan menuju Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Utusan Balak tiba
Allah melarang Bileam pergi
Kamu di sini
B

Yang berbicara

Bileam

Peramal terkenal dari Petor, ~60 tahun

T

Kepada

Tua-tua Moab dan Midian

Utusan raja Balak, berpengaruh

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לִין

lin · bermalam

tinggal untuk malam, menunggu

דָּבַר

dabar · berbicara

berkomunikasi, berfirman

יְהוָה

YHWH · TUHAN

Nama pribadi Allah Israel

Bileam memakai nama TUHAN, tetapi ia belum tentu beribadah kepada-Nya. Ini menunjukkan ada percampuran agama pada zamannya.

Tahukah kamu

Nama Petor tidak pasti

Lokasi Petor tidak diketahui pasti; umumnya dianggap di Mesopotamia dekat Sungai Efrat, seperti yang disebut.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 22:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 22:8

✕  Sering dikira

Bileam itu nabi TUHAN yang setia

✓  Yang sebenarnya

Bileam hanya peramal yang baru berhubungan dengan TUHAN untuk sementara

✕  Sering dikira

TUHAN selalu menjawab setiap orang yang bertanya

✓  Yang sebenarnya

TUHAN berdaulat menjawab sesuai kehendak-Nya, tidak otomatis

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 22:8

Sebelum mengambil keputusan penting, kita perlu meluangkan waktu untuk berdoa dan mencari petunjuk Tuhan. Jangan terburu-buru bertindak tanpa meminta hikmat dari-Nya.

Bapa, ajari aku untuk selalu mencari kehendak-Mu sebelum bertindak, dan beri aku hati yang mau mendengarkan suara-Mu. Amin.