Rombongan pembawa bayaran

Bilangan 22:7

Bileam dan Keledai yang Berbicara

PerikopBileam dan Raja Moab · Bilangan 22:1-20 →
“Tua-tua Moab dan Midian pergi dengan membawa uang di tangannya dan menyampaikan semua yang telah dikatakan Balak.”

Bilangan 22:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 22:7?

Tua-tua Moab dan Midian membawa uang untuk upah tenung kepada Bileam. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat serius meminta Bileam mengutuk Israel, karena mereka percaya kutuknya akan melemahkan bangsa Israel.

Latar belakang

Utusan Moab dan Midian membawa uang

Raja Balak mengutus tua-tua Moab dan Midian menemui Bileam. Mereka membawa uang sebagai upah untuk mengutuk Israel.

Di mana

Dataran Moab

Di perkemahan Israel dekat Yerikho

Kapan

~1406 SM

Perjalanan menuju Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kemenangan atas Amori
Keledai berbicara
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab Bilangan, tradisi Musa, ~1400 SM

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Orang yang ingin mengerti karya Allah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קֶסֶם

qesem · uang

upah untuk praktik ramalan, bukan sekadar uang biasa

זְקֵנִים

zeqenim · tua-tua

para pemimpin yang dituakan, punya otoritas

דָּבָר

davar · menyampaikan

kata atau perkataan, merujuk pesan Balak

Kata qesem (upah) menunjukkan Bileam memang terkenal sebagai peramal, dan ini bukan sekadar uang suap biasa.

Tahukah kamu

Uang di tangan mereka

Frasa 'membawa uang di tangannya' harfiahnya 'upah tenungan' dalam bahasa Ibrani — bayaran untuk praktik ramal Bileam.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 22:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 22:7

✕  Sering dikira

Anggap Bileam nabi TUHAN sejak awal

✓  Yang sebenarnya

Bileam adalah peramal bayaran; baru kemudian Allah berbicara padanya

✕  Sering dikira

Uang yang dibawa hanya suap tanpa makna

✓  Yang sebenarnya

Uang itu simbol upah sihir, menekankan godaan yang menyesatkan

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 22:7

Sering kali kita tergoda untuk memakai cara-cara yang tidak benar demi mencapai tujuan, seperti mencoba membeli berkat atau kemenangan dengan uang. Ingatlah bahwa berkat sejati datang dari Tuhan, bukan dari upaya manusia untuk memanipulasi.

Tuhan, mampukan aku untuk tidak mengandalkan uang atau cara duniawi untuk mendapatkan berkat, melainkan percaya sepenuhnya pada-Mu. Amin.