Murka Tuhan

Bilangan 12:9

Tuhan Membela Musa

Murka TUHAN menyala terhadap mereka dan Dia pergi.

Bilangan 12:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 12:9?

Tuhan menjadi murka terhadap Miryam dan Harun karena mereka menentang Musa, hamba-Nya yang setia. Murka Tuhan adalah respons terhadap sikap tidak hormat dan ketidaktaatan mereka.

Latar belakang

Murka dan Konsekuensi

Setelah berfirman, murka Tuhan menyala terhadap Harun dan Miryam. Tuhan pergi, dan ketika awan meninggalkan tenda, Miryam terkena kusta seputih salju.

Di mana

Tenda Pertemuan

Di depan pintu tenda, di tengah perkemahan

Kapan

~1440 SM

Perjalanan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tuhan membela Musa
Miryam kena kusta
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis kitab Bilangan, tradisional Musa

P

Kepada

Pembaca

Orang Israel dan pembaca Alkitab

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אַף

af · murka

hidung, lubang hidung, kemarahan; secara harfiah 'menyala hidung-Nya'

חָרָה

charah · menyala

menjadi panas, terbakar, menyala marah

יָצָא

yatsa · pergi

keluar, meninggalkan, pergi dari tempat

Ungkapan 'murka menyala' secara harfiah berarti 'hidung-Nya menjadi panas'. Ini menggambarkan emosi Tuhan yang intens dan personal. Kepergian Tuhan adalah tanda hukuman, bukan sekadar perpisahan.

Tahukah kamu

Tiang Awan

Tiang awan adalah kehadiran Tuhan yang memimpin Israel. Ketika Tuhan 'pergi', awan itu naik, menandakan berakhirnya percakapan dan dimulainya hukuman.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 12:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 12:9

✕  Sering dikira

Mengira murka Tuhan adalah ledakan emosi yang tidak terkendali.

✓  Yang sebenarnya

Murka Tuhan adalah respons yang adil dan terkontrol terhadap dosa, bukan emosi tidak stabil.

✕  Sering dikira

Mengira 'pergi' berarti Tuhan meninggalkan Israel selamanya.

✓  Yang sebenarnya

Ini hanya untuk sementara, karena Tuhan masih berdiam di antara umat-Nya.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 12:9

Sikap kita terhadap pemimpin yang Tuhan pilih adalah penting. Ketika kita mengkritik atau merendahkan mereka tanpa alasan, kita bisa membuat Tuhan marah. Belajarlah untuk menghormati dan mendukung pemimpin rohani dengan bijak.

Tuhan, ampuni aku jika aku pernah menghakimi atau merendahkan pemimpin-pemimpin yang Engkau tempatkan. Berikan aku hati yang rendah hati dan suka mendukung. Amin.