Bendera Ruben Berkibar

Bilangan 10:18

Trompet dan Perjalanan Israel

PerikopBangsa Israel Memindahkan Tenda · Bilangan 10:11-36 →
“Bendera perkemahan Ruben yang berangkat berikutnya, menurut pasukan-pasukannya, dengan dipimpin oleh Elizur, anak Syedeur.”

Bilangan 10:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 10:18?

Kemudian bendera perkemahan Ruben berangkat dengan Elizur, anak Syedeur, sebagai pemimpinnya. Ini menunjukkan bahwa perjalanan Israel diatur dengan sangat rapi; setiap kelompok punya waktu dan urutan keberangkatan.

Latar belakang

Suku Ruben Menyusul

Setelah Tenda Suci dibongkar dan diangkut, suku Ruben berangkat sebagai kelompok ketiga. Elizur, anak Syedeur, memimpin mereka sesuai pasukan mereka.

Di mana

Padang gurun Sinai

Di padang gurun, saat berangkat dari Gunung Sinai

Kapan

~1445 SM

Perjalanan menuju Kanaan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, ~80 tahun, pria tua yang bijaksana

U

Kepada

Umat Israel

Sekumpulan orang-orang pilihan, ~2 juta jiwa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָשִׂיא

nasi · memimpin

pemimpin atau kepala

מַטֶּה

matteh · suku

tongkat atau cabang, berarti suku

צָבָא

tsava · pasukan

tentara atau kumpulan teratur

Kata-kata ini menekankan bahwa perjalanan Israel teratur seperti tentara, dengan pemimpin yang ditunjuk Allah.

Tahukah kamu

Ruben adalah anak sulung Yakub

Namun karena dosanya, hak kesulungan diberikan kepada Yusuf (1 Tawarikh 5:1-2).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 10:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 10:18

✕  Sering dikira

Menganggap Ruben adalah pemimpin tertinggi

✓  Yang sebenarnya

Semua suku memiliki pemimpin yang sederajat; Ruben hanya salah satu.

✕  Sering dikira

Mengira urutan ini menunjukkan Ruben tidak penting

✓  Yang sebenarnya

Urutan ditentukan Allah dan memiliki makna simbolis.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 10:18

Kita juga perlu menghormati waktu dan urutan yang Tuhan berikan. Jangan terburu-buru melangkah tanpa menunggu Tuhan. Berdoalah dan minta hikmat untuk tahu kapan harus bergerak dan kapan harus berhenti.

Tuhan, beri aku kesabaran untuk menanti waktu-Mu dan keberanian untuk bergerak saat Engkau memimpin. Amin.