Ayub Mempertanyakan Keadilan Allah
Ayub 9:22
Ayub Merindukan Pembela
PerikopTidak Seorang pun Dapat Bertahan di Hadapan Allah · Ayub 9:1-35 →“Semuanya sama saja; itulah sebabnya, aku berkata, ‘Dia menghancurkan baik orang yang tidak berdosa maupun orang jahat.’”Ayub 9:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Semuanya itu sama saja, itulah sebabnya aku berkata: yang tidak bersalah dan yang bersalah kedua- duanya dibinasakan-Nya.”Ayub 9:22 · TB
Terjemahan Baru
“(9:21)”Ayub 9:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“This is one thing, therefore I said it, He destroyeth the perfect and the wicked.”Ayub 9:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 9:22?
Ayub menarik kesimpulan bahwa Allah memperlakukan orang benar dan orang jahat sama saja, menghancurkan keduanya. Ini adalah ekspresi kepahitan karena penderitaannya; ia merasa keadilan Allah tidak nyata. Ayub sedang bergumul dengan teologi yang sederhana, bahwa penderitaan selalu akibat dosa.
Latar belakang
Kesamaan Nasib Orang Benar dan Jahat
Ayub merasa bahwa Allah memperlakukan semua orang sama: baik yang tidak bersalah maupun yang jahat sama-sama dihancurkan. Ia melihat ketidakadilan ini sebagai kenyataan yang pahit.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat abu, di luar rumah
Kapan
~2000 SM (era para bapa leluhur)
Perjanjian Lama, Kitab Ayub
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Teman-teman Ayub
Elifas, Bildad, dan Zofar, penasihat yang salah paham
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁחַת
shachat · menghancurkan
merusak, membinasakan
תָּם
tam · tidak berdosa
sempurna, jujur, tanpa cela
רָשָׁע
rasha · orang jahat
bersalah, fasik
Kata 'tam' (tidak berdosa) dipakai untuk Ayub di pasal 1, jadi ironis: Allah menghancurkan yang 'tam' dan 'rasha' sama saja.
Tahukah kamu
Ayub Bukan Tokoh Fiksi?
Beberapa penafsir menganggap Ayub sebagai tokoh sejarah, bukan sekadar alegori, karena disebut dalam Yehezkiel 14:14 dan Yakobus 5:11.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 9:22
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 9:22
✕ Sering dikira
Ayub menuduh Allah tidak adil secara mutlak.
✓ Yang sebenarnya
Ayub bergumul, tetapi tidak menghujat; ia tetap setia.
✕ Sering dikira
Ayub menganggap semua orang sama di hadapan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ia menyoroti kesamaan pengalaman, bukan kesetaraan status.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 9:22
Kita mungkin tergoda untuk berpikir bahwa Allah tidak adil ketika orang baik menderita. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa penderitaan bisa menjadi ujian iman, bukan hukuman. Jangan cepat menyimpulkan bahwa penderitaan seseorang adalah karena dosanya; sebaliknya, dukunglah mereka yang sedang berjuang.
Allah, tolong aku untuk tidak menghakimi penderitaan orang lain, dan beri aku hikmat untuk memahami misteri kehendak-Mu. Amin.