Allah Seolah Menertawakan Derita
Ayub 9:23
Penderitaan yang Membingungkan
“Jika bencana membawa kematian yang tiba-tiba, Dia menertawakan keputusasaan yang menimpa orang yang tidak bersalah.”Ayub 9:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bila cemeti-Nya membunuh dengan tiba-tiba, Ia mengolok-olok keputusasaan orang yang tidak bersalah.”Ayub 9:23 · TB
Terjemahan Baru
“Bila orang yang tak bersalah mati tiba-tiba, Allah hanya tertawa saja.”Ayub 9:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“If the scourge slay suddenly, he will laugh at the trial of the innocent.”Ayub 9:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 9:23?
Ayub menggambarkan Allah seolah-olah menertawakan keputusasaan orang yang tidak bersalah ketika bencana tiba. Ini adalah bahasa kiasan yang kuat untuk menunjukkan kepahitannya; ia merasa Allah tidak peduli dengan penderitaannya. Ayub sedang meragukan kasih Allah dalam situasinya.
Latar belakang
Tertawa di Tengah Keputusasaan
Ayub membayangkan Allah menertawakan keputusasaan orang tak bersalah ketika bencana datang. Ini menggambarkan rasa frustrasinya karena Tuhan tampak acuh tak acuh.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat abu, di luar rumah
Kapan
~2000 SM (era para bapa leluhur)
Perjanjian Lama, Kitab Ayub
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Teman-teman Ayub
Elifas, Bildad, dan Zofar, penasihat yang salah paham
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׂחַק
sachaq · menertawakan
tertawa, bercanda, mencemooh
מַסָּה
massa · keputusasaan
cobaan, pencobaan (di sini: penderitaan)
נָקִי
naqi · orang yang tidak bersalah
bersih, bebas dari kesalahan
Kata 'sachaq' biasanya berarti sukacita, tetapi di sini menjadi ejekan—menyoroti kekejaman yang dirasakan Ayub.
Tahukah kamu
Bencana Mendadak di Zaman Ayub
Bencana seperti serangan musuh atau kebakaran adalah gambaran umum dalam sastra hikmat kuno untuk menggambarkan keputusasaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 9:23
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 9:23
✕ Sering dikira
Allah benar-benar menertawakan penderitaan orang.
✓ Yang sebenarnya
Ini bahasa kiasan Ayub untuk mengungkapkan keputusasaannya, bukan kebenaran teologis.
✕ Sering dikira
Ayub menuduh Allah kejam.
✓ Yang sebenarnya
Ia mempertanyakan, tetapi tidak menghakimi; imannya tetap menuju pada Allah.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 9:23
Saat kita merasa Allah tidak memperhatikan kita, ingatlah bahwa perasaan bukanlah kebenaran. Allah peduli dan turut berduka dalam penderitaan kita. Jangan biarkan kepahitan menguasai hati; sebaliknya, ungkapkan perasaanmu kepada Allah dan mintalah iman untuk tetap percaya.
Bapa, saat aku merasa Engkau jauh dan tidak peduli, tariklah aku kembali ke dalam pelukan kasih-Mu. Amin.