Mustahil Berdebat dengan Allah
Ayub 9:14
Ayub Merespons: Manusia Tak Kuasa Melawan Allah
“Lalu, bagaimana aku dapat menjawab-Nya, dan memilih kata-kataku untuk berdebat dengan-Nya?”Ayub 9:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“lebih-lebih aku, bagaimana aku dapat membantah Dia, memilih kata-kataku di hadapan Dia?”Ayub 9:14 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi, bagaimana aku dapat membantah Dia? Dengan kata-kata apa aku akan menjawab-Nya?”Ayub 9:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“How much less shall I answer him, and choose out my words to reason with him?”Ayub 9:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 9:14?
Ayub merasa mustahil untuk berdebat dengan Allah, karena Allah terlalu besar dan manusia terlalu kecil. Pertanyaan retoris ini menunjukkan bahwa manusia tidak sebanding dengan Allah, dan mencoba menggugat-Nya adalah hal yang sia-sia.
Latar belakang
Tak Ada Kata untuk Membela Diri
Ayub menyadari betapa mustahilnya menjawab Allah dengan argumen manusia. Ia bahkan tidak bisa memilih kata-kata untuk berdebat dengan Sang Pencipta.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat pembuangan abu, berdiskusi
Kapan
~2000 SM (periode patriarkh)
Kitab Puisi / Hikmat
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, mantan kaya raya
Kepada
Teman-teman Ayub
Elifas, Bildad, dan Zofar yang menghakimi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָנָה
anah · menjawab
merespons, bersaksi, atau berseru
בָּחַר
bachar · memilih
memilih, memilah
יָכַח
yakakh · berdebat
menegur, membuktikan, atau berargumen
Kata 'anah' (menjawab) dan 'bachar' (memilih) menunjukkan bahwa Ayub bahkan tidak punya pilihan kata yang tepat; 'yakakh' (berdebat) menggarisbawahi ketidakmampuan manusia.
Tahukah kamu
Argumen tak cukup
Ayub menggunakan bahasa hukum, tetapi ia tahu 'pengadilan' dengan Allah tidak seimbang; manusia tak mungkin menang.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 9:14
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 9:14
✕ Sering dikira
Ayub tidak mau berdoa atau mencari Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ayub justru merindukan tanggapan Allah, tetapi ia tahu keterbatasannya.
✕ Sering dikira
Ayub menganggap Allah tidak adil sehingga tidak berguna berdebat.
✓ Yang sebenarnya
Ayub menekankan ketidakmampuan manusia, bukan ketidakadilan Allah.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 9:14
Kadang kita ingin berdebat dengan Tuhan tentang keadaan kita. Namun, Ayub mengajarkan kita untuk menyadari keterbatasan kita. Cobalah untuk tidak selalu mempertanyakan Tuhan, tetapi belajarlah untuk berserah dalam doa.
Ya Allah, aku sadar aku tak pantas untuk berdebat dengan-Mu; ajari aku untuk rendah hati dan berserah pada kehendak-Mu. Amin.