Ayub Memohon Dibiarkan Sendiri

Ayub 7:19

Kepahitan Ayub di Tengah Penderitaan

“Berapa lama Engkau akan memalingkan pandangan-Mu dari aku, sehingga membiarkan aku seorang diri hingga aku menelan ludahku?”

Ayub 7:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 7:19?

Ayub 7:19 menunjukkan keputusasaan Ayub yang mendalam. Ia merasa Tuhan terlalu memperhatikannya dengan cara yang menyakitkan, seolah-olah tidak memberinya istirahat. Frasa 'menelan ludahku' berarti bahkan waktu sekejap untuk bernapas pun tidak diberikan.

Latar belakang

Ayub Bertanya Berapa Lama Lagi

Ayub merasa frustrasi karena Tuhan seolah-olah terus mengawasinya setiap pagi. Dia memohon agar Tuhan memalingkan pandangan-Nya, setidaknya untuk memberinya sedikit ruang bernapas, bahkan sampai ia 'menelan ludahnya'.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan abu, di luar rumah

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan anak dan harta
Ayub dipertemukan kembali dengan Allah
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang saleh yang menderita, ~60 tahun

T

Kepada

Tuhan

Allah yang mahakuasa, namun Ayub merasa diperlakukan tidak adil

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁעָה

sha'ah · memalingkan

beralih, menoleh, atau memandang

רָפָה

rafah · biarkan

melonggarkan, melepaskan, atau mengendurkan

בָּלַע

bala' · menelan

menelan, meneguk, atau menelan habis

Ketiga kata ini menunjukkan keinginan Ayub agar Allah 'melepaskan' pengawasan-Nya, namun ironisnya, justru dengan 'memandang' dan 'meneguk' (memperhatikan) Ayub, Allah menunjukkan kasih-Nya.

Tahukah kamu

Ungkapan 'menelan ludah'

Ungkapan 'menelan ludah' dalam bahasa Ibrani adalah idiom yang berarti waktu yang sangat singkat, kurang dari satu detik. Ayub meminta agar Allah memberinya waktu sesingkat itu saja.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 7:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 7:19

✕  Sering dikira

Ayub menyalahkan Tuhan karena Tuhan sibuk menghukumnya.

✓  Yang sebenarnya

Ayub bergumul dengan penderitaannya dan merasa Tuhan terlalu memperhatikannya, bukan berarti ia ditinggalkan.

✕  Sering dikira

Ungkapan 'menelan ludah' berarti Ayub ingin meludahi Tuhan.

✓  Yang sebenarnya

Itu hanya idiom untuk waktu yang sangat singkat, bukan ekspresi penghinaan.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 7:19

Saat merasa Tuhan terlalu keras memperhatikan kita, ingatlah bahwa perhatian-Nya adalah kasih, bukan hukuman. Namun, kita bisa jujur kepada-Nya tentang perasaan tertekan kita, karena Dia sanggup menanggungnya.

Tuhan, saat aku merasa lelah dan terkekang, beri aku kekuatan untuk tetap percaya pada perhatian-Mu yang penuh kasih. Amin.