Ayub Menolak Hidupnya Sendiri

Ayub 7:16

Keputusasaan Ayub di Tengah Penderitaan

“Aku membenci hidupku; aku tidak akan hidup selama-lamanya. Tinggalkan aku sendiri karena hari-hariku hanyalah sebuah embusan napas.”

Ayub 7:16 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 7:16?

Ayub membenci hidupnya dan ingin ditinggalkan sendiri, karena ia merasa hidupnya hanya seperti embusan napas yang singkat dan tidak berarti.

Latar belakang

Ayub Lebih Memilih Mati

Ayub sangat menderita, baik secara fisik maupun emosional. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan lebih memilih mati daripada terus menderita.

Di mana

Tanah Us

Di tempat abu, sedang berduka

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian anak-anaknya
Pemulihan Ayub
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang saleh yang diuji, kehilangan segalanya.

A

Kepada

Allah

Tuhan yang tampak diam di tengah derita.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָצָה

qatsah · membenci

merasa muak atau jijik, menolak dengan kuat

חַיַּי

chayyai · hidupku

kehidupanku, nyawaku, keberadaanku

הֶבֶל

hevel · embusan napas

uap, nafas yang pendek, kesia-siaan

Ayub melihat hidupnya sebagai sesuatu yang sia-sia dan menjijikkan, bukan sekadar sulit. Kata 'hevel' menunjukkan betapa singkat dan rapuhnya hidupnya di matanya.

Tahukah kamu

Embusan Napas

Frasa 'embusan napas' dalam bahasa Ibrani adalah 'hevel', yang juga dipakai di kitab Pengkhotbah untuk 'kesia-siaan'.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 7:16

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 7:16

✕  Sering dikira

Ayub ingin bunuh diri secara aktif.

✓  Yang sebenarnya

Ayub lebih condong pada keinginan pasif agar hidupnya berakhir, bukan tindakan bunuh diri.

✕  Sering dikira

Ayub tidak bersyukur atau memberontak kepada Allah.

✓  Yang sebenarnya

Ayub sedang meluapkan kepedihan hatinya yang jujur, bukan berarti ia meninggalkan imannya.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 7:16

Ada masa ketika hidup terasa berat dan tak berarti, tetapi Tuhan memberi nilai dan tujuan pada setiap kehidupan. Biarkan kita mencari arti hidup hanya di dalam Tuhan.

Tuhan, saat aku bosan dengan hidup, ingatkan aku bahwa Engkau adalah pencipta dan pemegang nafasku. Amin.