Hari-hari seperti telapak tangan

Mazmur 39:5

Permohonan Daud di Tengah Penderitaan

(39-6) Lihat, Engkau membuat hari-hariku sebesar telapak tangan, dan umurku tidak berarti di hadapan-Mu. Sebenarnya, semua orang berdiri sehela napas saja. (Sela)

Mazmur 39:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 39:5?

Daud merenungkan bahwa Tuhan menjadikan hari-harinya seukuran telapak tangan, dan umurnya tidak berarti di hadapan-Nya. Semua orang hanya seperti napas yang singkat. Ini menekankan betapa rapuh dan singkatnya kehidupan manusia.

Latar belakang

Daud merenungkan kefanaan manusia di hadapan Allah yang kekal

Daud mengakui bahwa Allah menentukan panjang hari-harinya, yang sangat pendek. Ia menyadari bahwa seluruh umat manusia, betapapun kuatnya, hanyalah seperti satu napas yang berlalu.

Di mana

Yerusalem

Doa pribadi di istana, mungkin di kamar

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Dosa dengan Batsyeba
Pemberontakan Absalom
Kamu di sini
D

Yang berbicara

Daud

Raja Israel, pemazmur yang jujur tentang kelemahannya.

T

Kepada

TUHAN (Yahweh)

Allah yang kekal, kontras dengan manusia yang fana.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

טֶפַח

tefach · telapak tangan

ukuran lebar telapak tangan, kira-kira 8 cm

אַיִן

ayin · tidak berarti

tidak ada, ketiadaan

הֶבֶל

hevel · napas

uap, napas, sesuatu yang sementara dan sia-sia

Hidup manusia diibaratkan 'hevel'—hanya uap yang sebentar saja terlihat. Namun bukan berarti tidak berharga; justru karena singkat, kita perlu memakainya dengan bijak.

Tahukah kamu

Napas dalam bahasa Ibrani

Kata yang dipakai untuk 'napas' di ayat ini adalah 'hevel', yang juga bisa berarti 'uap' atau 'kesia-siaan'. Kata ini terkenal dari kitab Pengkhotbah: 'Segala sesuatu adalah sia-sia.'

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 39:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 39:5

✕  Sering dikira

Daud merendahkan diri secara berlebihan, merasa hidupnya tidak berharga.

✓  Yang sebenarnya

Daud menyadari kefanaan, tetapi bukan berarti hidupnya tidak bernilai; ia tetap berharap pada Allah.

✕  Sering dikira

Ayat ini mengajarkan fatalisme: tidak usah berusaha karena hidup singkat.

✓  Yang sebenarnya

Sebaliknya, ini memotivasi mencari Allah dan bijaksana menggunakan waktu.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 39:5

Ketika kita merasa hebat dan berkuasa, ingatlah bahwa kita hanyalah setitik debu di hadapan Allah. Sikap rendah hati dan bersyukur adalah respons yang tepat atas hidup yang singkat ini.

Ya Tuhan, ajar aku untuk hidup dengan rendah hati, menyadari bahwa hidupku adalah anugerah dan singkat. Amin.