Ayub Menyesal dalam Debu
Ayub 42:6
Pertobatan Ayub
“Oleh karena itu, aku memandang hina diriku sendiri, dengan menyesal dalam debu dan abu.””Ayub 42:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."”Ayub 42:6 · TB
Terjemahan Baru
“Oleh sebab itu aku malu mengingat segala perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."”Ayub 42:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Wherefore I abhor myself, and repent in dust and ashes.”Ayub 42:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 42:6?
Sikap Ayub berubah total: ia memandang rendah dirinya sendiri, bukan karena putus asa, tetapi karena kesadaran akan kebesaran Tuhan yang membungkam pertanyaan-pertanyaannya. 'Debu dan abu' melambangkan penyesalan dan kerendahan hati. Ayub tidak mempertanyakan Tuhan lagi, ia menyesal dan bertobat dari sikap lamanya.
Latar belakang
Menyesal di Hadapan Allah
Ayub menyatakan bahwa ia membenci dirinya sendiri dan menyesal dalam debu dan abu. Ini adalah tindakan pertobatan yang tulus, mengakui bahwa ia telah berbicara melampaui pengetahuannya. Ia tidak lagi mencela Allah, melainkan merendahkan dirinya.
Di mana
tanah Uz
Di tempat Ayub, mungkin di dekat reruntuhan rumahnya
Kapan
~1900 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita berat, ~70 tahun
Kepada
TUHAN
Pencipta langit dan bumi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מָאַס
ma'as · memandang hina
menolak, membenci, menganggap rendah
נָחַם
nacham · menyesal
berduka, bertobat, menghibur diri
עָפָר וָאֵפֶר
afar va'eper · debu dan abu
tanah dan abu, simbol kerendahan
Kata 'ma'as' (membenci) dan 'nacham' (bertobat) bersama-sama menunjukkan penyesalan yang dalam: Ayub menolak kesombongannya sendiri dan berbalik dalam penyesalan. 'Afar va'eper' menegaskan kondisi manusia yang fana di hadapan Allah.
Tahukah kamu
Debu dan Abu dalam Duka
Duduk dalam debu dan abu adalah tanda berkabung dan pertobatan di Timur Tengah kuno. Ayub telah duduk di abu sejak awal penderitaannya (2:8), dan sekarang ia melakukannya sebagai tanda penyesalan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 42:6
Ayub 42:6 (frasa yang sama)
versi lain dari penyesalan
“Oleh karena itu aku mencabut perkataanku dan bertobat dalam debu dan abu.”
Lukas 18:13
kerendahan hati
“Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh dan tidak berani menengadah ke langit, melainkan memukul dadanya dan berkata: 'Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.'”
Yesaya 6:5
kesadaran akan diri
“Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 42:6
✕ Sering dikira
Ayub membenci dirinya sendiri dalam arti rendah diri yang tidak sehat.
✓ Yang sebenarnya
Ayub membenci sikapnya yang sombong dan tidak tahu diri, bukan dirinya sebagai pribadi.
✕ Sering dikira
Ayub bertobat dari dosa-dosa yang menyebabkannya menderita.
✓ Yang sebenarnya
Allah sendiri menyatakan Ayub benar (42:7); penyesalan Ayub lebih karena perkataannya yang lancang, bukan dosa yang mendatangkan hukuman.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 42:6
Ketika kita melihat kebesaran Tuhan, kita akan menyadari betapa kecil dan tidak layaknya kita. Ini bukan berarti merasa hina, tetapi sebuah kesadaran yang membawa kita pada kerendahan hati dan penyesalan atas kesombongan kita.
Tuhan, mampukan aku untuk rendah hati di hadapan-Mu dan menyesali sikap sombongku, seperti Ayub yang bertobat dalam debu dan abu, Amin.