Kematian tanpa hikmat
Ayub 4:21
Elifas menegur Ayub dengan penglihatan
PerikopElifas Menegur Ayub · Ayub 4:1-21 →“Bukankah tali kemah dicabut dari tengah-tengah mereka? Mereka mati tanpa hikmat.’””Ayub 4:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bukankah kemah mereka dicabut? Mereka mati, tetapi tanpa hikmat. Ayub 5.1–8 13”Ayub 4:21 · TB
Terjemahan Baru
“Maka hilanglah segala yang dimiliki; ia pun mati tanpa beroleh akal budi.'”Ayub 4:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Doth not their excellency which is in them go away? they die, even without wisdom.”Ayub 4:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 4:21?
Ayub 4:21 menggunakan metafora tali kemah yang dicabut, menggambarkan hidup yang berakhir secara tiba-tiba. Manusia mati dalam keadaan tanpa hikmat, yaitu tanpa pemahaman sejati tentang Allah dan maksud hidup. Ini menyoroti kematian yang datang kepada orang yang tidak memiliki kebijaksanaan rohani.
Latar belakang
Kematian orang fasik tanpa hikmat
Elifas menyimpulkan bahwa orang fasik mati tanpa hikmat, karena tali kemah mereka dicabut. Ini berarti mereka kehilangan pegangan hidup dan mati dalam kebodohan.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat abu, di luar kota, siang hari
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Elifas, orang Teman
Sahabat Ayub, tua dan bijaksana, ~70 tahun
Kepada
Ayub
Orang saleh yang menderita, kaya raya, ~60 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יֶתֶר
yeter · tali
tali atau tali pengikat kemah
נִתַּק
nittaq · dicabut
diputuskan atau dicabut, seperti tali putus
חָכְמָה
khokhmah · hikmat
kebijaksanaan, pengertian yang benar
Mati tanpa hikmat berarti mati tanpa memahami makna hidup. Elifas memakai metafora tali kemah yang putus: kehidupan yang rapuh dan mudah berakhir. Namun, hikmat sejati datang dari takut akan Allah (Amsal 9:10).
Tahukah kamu
Kemah sebagai simbol tubuh
Dalam budaya nomaden, kemah adalah rumah sementara; menariknya, rasul Paulus juga memakai metafora kemah untuk tubuh (2 Korintus 5:1).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 4:21
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 4:21
✕ Sering dikira
Menganggap orang mati tanpa hikmat pasti masuk neraka
✓ Yang sebenarnya
Konteksnya adalah orang fasik yang hidup tanpa peduli Allah; tetapi kita tidak bisa menghakimi keselamatan seseorang hanya dari cara matinya.
✕ Sering dikira
Menganggap hidup ini hanya sia-sia, jadi tidak perlu berusaha
✓ Yang sebenarnya
Justru karena hidup singkat, kita harus memakai waktu untuk mencari hikmat dan melayani Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 4:21
Kematian bisa datang kapan saja, dan tanpa hikmat dari Tuhan, kita akan menghadapinya dengan sia-sia. Kita perlu mencari hikmat yang sejati melalui Alkitab dan doa, agar hidup kita berakar pada kebenaran yang kekal, bukan hanya hal-hal duniawi yang sementara.
Tuhan, bimbing aku dengan hikmat-Mu setiap hari, agar hidupku tidak berakhir dengan sia-sia. Amin.