Guruh yang Menggema
Ayub 37:4
Badai dan Suara Allah
“Setelah itu, suatu suara menderu; Dia mengguntur dengan suara-Nya yang agung, dan Dia tidak menahan kilat ketika suara-Nya terdengar.”Ayub 37:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian suara-Nya menderu, Ia mengguntur dengan suara-Nya yang megah; Ia tidak menahan kilat petir, bila suara-Nya kedengaran.”Ayub 37:4 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian, terdengar suara-Nya menderu, bunyi megah guntur dan guruh; dan di tengah suara yang menggelegar, petir berkilat sambar-menyambar.”Ayub 37:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“After it a voice roareth: he thundereth with the voice of his excellency; and he will not stay them when his voice is heard.”Ayub 37:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 37:4?
Setelah kilat menyambar, terdengar suara guruh yang menderu. Ini menunjukkan pola di mana Allah bertindak dengan kuasa dan berbicara dengan keagungan. Allah tidak menahan kilat atau suara-Nya; pekerjaan-Nya selalu diikuti oleh firman-Nya.
Latar belakang
Suara yang Mengguntur
Elihu menggambarkan kuasa Allah dalam badai. Setelah kilat menyambar, suara guruh menderu tanpa ditahan. Ini menunjukkan keagungan Allah yang tak terbendung.
Di mana
Tanah Uz
Di lokasi percakapan, di tengah badai
Kapan
~2000 SM (zaman para leluhur)
Sebelum hukum Taurat, masa kesabaran Allah
Yang berbicara
Elihu
Pemuda yang bijak, ~30 tahun, sahabat Ayub
Kepada
Ayub
Orang saleh yang menderita, sedang mencari jawaban
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יִשָּׁאֵם
yissa'em · menderu
mengeluarkan suara gemuruh
קוֹל
qol · suara
suara, bunyi
הַדּוֹר
hadar · agung
kemuliaan, keindahan
Ketiga kata ini menekankan suara Allah yang megah dan mulia, bukan sekadar kebisingan fisik. Ini mengajak kita mendengar suara Allah dengan hormat.
Tahukah kamu
Fenomena Alam yang Akurat
Urutan kilat lalu guruh sesuai dengan pengetahuan modern: cahaya bergerak lebih cepat daripada suara.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 37:4
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 37:4
✕ Sering dikira
Elihu menggambarkan Allah sebagai makhluk yang mengeluarkan suara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Ini metafora puitis untuk kuasa dan keagungan Allah, bukan deskripsi fisik.
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa Allah menahan kilat dari manusia.
✓ Yang sebenarnya
Sebenarnya menunjukkan bahwa Allah tidak menahan kuasa-Nya; semuanya terjadi sesuai kehendak-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 37:4
Tuhan tidak pernah diam; Dia selalu berbicara melalui peristiwa dan firman-Nya. Perhatikanlah bagaimana Dia bekerja dalam hidupmu, lalu dengarkan apa yang Dia katakan melalui situasi tersebut.
Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak hanya bertindak, tetapi juga berbicara. Ajar aku untuk mendengar suara-Mu di tengah badai kehidupan, Amin.