Bagian dari Allah di Atas

Ayub 31:2

Pembelaan Ayub: Hidup yang Bersih di Hadapan Allah

“Apa yang akan menjadi bagianku dari Allah yang di atas, atau milik pusakaku dari Yang Mahakuasa di tempat tinggi?”

Ayub 31:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 31:2?

Ayub berpikir tentang konsekuensi dari perbuatan dosa. Bagian dari orang yang tidak benar adalah malapetaka dan bencana dari Allah. Pertanyaan retoris ini menegaskan bahwa ada ganjaran atas setiap kejahatan.

Latar belakang

Mempertanyakan Upah Keadilan

Ayub melanjutkan sumpahnya: jika ia tidak setia, apa yang bisa ia harapkan dari Allah? Dia menyadari bahwa Allah adalah sumber berkat dan hukuman, dan ia tidak berhak menuntut apa pun jika ia melanggar perjanjian.

Di mana

Tanah Us

Di tempat abu, di tengah penderitaan

Kapan

~2000 SM (zaman para bapa leluhur)

Periode Patriarkal

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hidup Ayub yang makmur
Tantangan Allah kepada Ayub
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita, kaya raya, sekarang kehilangan segalanya

S

Kepada

Sahabat-sahabat Ayub

Elifas, Bildad, Zofar; mereka menuduh Ayub berdosa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֵלֶק

chelek · bagian

porsi, bagian yang dialokasikan; sering dipakai untuk warisan atau hak

אֱלוֹהַּ

eloah · Allah

Allah yang Mahatinggi, bentuk tunggal dari Elohim

מִמַּעַל

mima'al · atas

dari tempat yang tinggi, menunjukkan otoritas surgawi

Ayub memakai istilah 'bagian' dan 'warisan' untuk menyatakan bahwa Allah adalah satu-satunya yang ia harapkan. Ia tidak mencari berkat selain Allah sendiri, dan ia sadar bahwa jika ia gagal, ia kehilangan segalanya.

Tahukah kamu

Konsep Bagian dan Warisan

Di zaman kuno, 'bagian' dan 'warisan' sering merujuk pada tanah pusaka yang diberikan Allah kepada Israel, tetapi di sini Ayub memakai metafora itu untuk menggambarkan hubungannya dengan Allah sendiri.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 31:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 31:2

✕  Sering dikira

Ayub berbicara tentang upah fisik yang akan ia terima dari Allah.

✓  Yang sebenarnya

Ayub berbicara tentang hubungan dengan Allah sendiri sebagai bagian dan warisannya, bukan sekadar berkat materi.

✕  Sering dikira

Ayub meragukan keadilan Allah.

✓  Yang sebenarnya

Ayub justru menegaskan keadilan Allah: ia tahu bahwa Allah melihat dan akan memberi upah sesuai perbuatan.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 31:2

Kita mungkin berpikir dosa tidak berdampak, tetapi ada konsekuensi. Ingatlah bahwa Allah melihat segalanya, dan keadilan-Nya pasti akan ditegakkan.

Bapa, berikan aku hikmat untuk menjauhi dosa dan mengingat bahwa Engkau adalah hakim yang adil. Amin.