Dosa yang Keji di Mata Hakim

Ayub 31:11

Ayub Membela Ketulusannya

“Sebab, ini adalah kejahatan yang keji, itu adalah pelanggaran yang harus dihukum oleh hakim.”

Ayub 31:11 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 31:11?

Ayub menyebut perzinahan sebagai kejahatan keji dan pelanggaran yang harus dihukum. Ini menunjukkan bahwa dosa ini sangat serius dan tidak bisa dianggap remeh, baik oleh manusia maupun oleh Allah.

Latar belakang

Perzinahan adalah kejahatan besar

Ayub menegaskan bahwa perzinahan bukan hanya dosa pribadi, tetapi kejahatan yang harus dihukum oleh hakim. Ia menempatkannya dalam kategori pelanggaran hukum yang serius.

Di mana

Uz (mungkin Edom)

Di tempat pembuangan sampah di luar kota, duduk di antara abu

Kapan

~2000 SM (zaman para leluhur)

Zaman Patriarkh

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan anak dan harta
Tuhan menjawab dari badai
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang saleh yang menderita, berasal dari Uz.

T

Kepada

Tiga sahabat dan Elihu

Mereka berdebat dengan Ayub tentang penderitaannya.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

זִמָּה

zimmah · keji

Kebejatan seksual, rencana jahat.

עָוֹן

avon · pelanggaran

Kesalahan yang membawa akibat hukuman.

פְּלִילִי

pelili · hakim

Keputusan hukum, majelis hakim.

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa perzinahan dianggap sebagai kejahatan yang terencana dan melanggar hukum, bukan sekadar kelemahan moral; ini membutuhkan intervensi hukum.

Tahukah kamu

Hakim di pintu gerbang

Di zaman Ayub, proses hukum diadakan di pintu gerbang kota, tempat para tetua duduk untuk mengadili perkara. Jadi 'dihukum oleh hakim' berarti dibawa ke pengadilan publik.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 31:11

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 31:11

✕  Sering dikira

Ayub hanya berbicara tentang dosa seksual.

✓  Yang sebenarnya

Ayub menggunakan perzinahan sebagai contoh ekstrem dari segala dosa; ia menekankan bahwa dosa selalu harus dihakimi.

✕  Sering dikira

Hukuman hanya di dunia sekarang.

✓  Yang sebenarnya

Ayub mengakui bahwa Allah adalah hakim tertinggi yang akan menghakimi dengan adil, sekarang dan kelak.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 31:11

Jangan pernah meremehkan dosa, terutama yang berkaitan dengan kesucian. Ingatlah bahwa setiap dosa membawa konsekuensi, baik secara rohani maupun dalam hubungan dengan sesama.

Tuhan, ampuni aku jika aku pernah meremehkan dosa. Ajari aku untuk melihat dosa seperti Engkau melihatnya dan menjauhinya. Amin.