Ayub mulai berbicara
Ayub 3:2
Ayub Mengutuk Hari Kelahirannya
PerikopAyub Mengutuk Hari Kelahirannya · Ayub 3:1-26 →“Ayub menjawab, dan berkata,”Ayub 3:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka berbicaralah Ayub:”Ayub 3:2 · TB
Terjemahan Baru
“"Ya Allah, kutukilah hari kelahiranku, dan malam aku mulai dikandung ibuku!”Ayub 3:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And Job spake, and said,”Ayub 3:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 3:2?
Ayub mulai berbicara dengan mengutuk hari kelahirannya. Ini adalah puncak penderitaannya, di mana ia merasa lebih baik tidak pernah lahir daripada mengalami penderitaan yang begitu berat. Ayat ini menunjukkan bahwa kepedihan yang mendalam dapat membuat seseorang mempertanyakan makna hidupnya.
Latar belakang
Ayub mulai bicara
Ayub menjawab atau mulai berbicara dalam konteks penderitaannya. Ini adalah respon pertamanya setelah masa diam panjang.
Di mana
Tanah Uz
Di atas timbunan abu di luar kota
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Penulis Kitab Ayub
Penulis yang tidak dikenal, mungkin dari zaman Musa atau Salomo.
Kepada
Pembaca Kitab Ayub
Orang Israel yang membaca puisi ini.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אִיּוֹב
Iyov · Ayub
Nama yang berarti 'dibenci' atau 'di mana bapa?'
עָנָה
anah · menjawab
Menjawab, bersaksi, atau berbicara.
אָמַר
amar · berkata
Mengatakan, berbicara.
Ayub 'menjawab' meskipun tidak ada pertanyaan, menunjukkan bahwa ia sedang merespons situasi hidupnya.
Tahukah kamu
Respons yang ditulis
Frasa 'Ayub menjawab' adalah gaya penuturan untuk memperkenalkan pidato, meskipun tidak ada pertanyaan langsung sebelum itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 3:2
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 3:2
✕ Sering dikira
Ayub sedang berbicara dengan teman-temannya.
✓ Yang sebenarnya
Ucapan ini adalah monolog, bukan dialog langsung dengan teman.
✕ Sering dikira
Frasa ini menunjukkan Ayub marah kepada temannya.
✓ Yang sebenarnya
Menjawab di sini hanyalah gaya sastra untuk mengawali pidato.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 3:2
Kadang kita merasa bahwa hidup ini tidak adil dan berat. Saat itu, kita mungkin ingin berhenti atau menyerah. Namun, ingatlah bahwa Ayub tetap berbicara kepada Allah, bukan meninggalkan-Nya. Jadikan setiap keluhan sebagai doa, dan biarkan Tuhan memegang tanganmu.
Ya Allah, aku percaya Engkau mendengar setiap keluh kesahku; peganglah aku saat aku merasa tak sanggup lagi. Amin.