Para Pemimpin Terdiam

Ayub 29:9

Ayub Merindukan Masa Kejayaan

PerikopAyub Melanjutkan Perkataannya · Ayub 29:1-25 →
“Para pemimpin menahan pembicaraannya, dan menaruh tangan pada mulut mereka.”

Ayub 29:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 29:9?

Para pemimpin berhenti berbicara dan menutup mulut mereka ketika Ayub berbicara. Ini menunjukkan bahwa perkataannya sangat dihargai dan dianggap berwibawa, bahkan oleh mereka yang berkuasa.

Latar belakang

Para Pemimpin Berhenti Berbicara

Ayub melanjutkan, bahwa para pembesar dan orang terhormat pun menahan diri untuk berbicara dan menutup mulut saat dia hadir. Ini menunjukkan bahwa pengaruhnya melampaui kalangan bawah.

Di mana

Tanah Uz

Di antara reruntuhan dan abu, setelah penderitaan berat

Kapan

~2000 SM (zaman para leluhur)

Kitab Ayub, masa penderitaan Ayub

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segala miliknya
Teman-teman mulai berdebat
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

tokoh kaya-raya yang saleh, sedang menderita

T

Kepada

Teman-teman Ayub (Elifas, Bildad, Zofar)

mereka datang menghibur tapi malah menyalahkan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שרים

sarim · pemimpin

kepala, pejabat, pembesar

עצרו

atsru · menahan

berhenti, menghentikan

מלין

millin · pembicaraan

kata-kata, perkataan

Orang-orang penting menghentikan kata-kata mereka di depan Ayub. 'Sarim' adalah jabatan resmi, jadi mereka menghormati Ayub sebagai sosok yang lebih berwenang.

Tahukah kamu

Tangan di Mulut, Simbol Diam

Meletakkan tangan di mulut adalah isyarat universal di Timur Tengah kuno untuk 'aku tidak akan bicara', bahkan sampai kini di beberapa tempat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 29:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 29:9

✕  Sering dikira

Ayub adalah tiran yang membuat orang takut untuk berbicara.

✓  Yang sebenarnya

Ayub adalah pemimpin yang dihormati karena hikmat dan keadilannya, bukan karena menakut-nakuti.

✕  Sering dikira

Menutup mulut berarti mereka menyetujui semua yang Ayub katakan.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah diam untuk mendengarkan, tanda respek, bukan persetujuan otomatis.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 29:9

Ketika kita berbicara, apakah kata-kata kita layak didengar? Ayub adalah orang yang bijaksana dan berpengalaman. Kita bisa belajar untuk berbicara dengan penuh pertimbangan, sehingga orang lain mau mendengarkan kita.

Ya Tuhan, berilah aku hikmat untuk berbicara dengan bijaksana dan penuh kasih, sehingga perkataanku membangun dan dihormati. Amin.