Harapan yang pupus
Ayub 29:18
Kenangan akan masa lalu
“Lalu, aku berpikir, ‘Aku akan mati di dalam sarangku, dan aku akan memperbanyak hari-hariku seperti pasir.”Ayub 29:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pikirku: Bersama-sama dengan sarangku aku akan binasa, dan memperbanyak hari-hariku seperti burung feniks. Ayub 29.19–30.1 83”Ayub 29:18 · TB
Terjemahan Baru
“Harapanku ialah mencapai umur yang tinggi, dan mati dengan tenang di rumahku sendiri.”Ayub 29:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then I said, I shall die in my nest, and I shall multiply my days as the sand.”Ayub 29:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 29:18?
Ayub mengungkapkan harapannya di masa lalu bahwa ia akan mati dengan tenang di 'sarangnya' setelah hidup yang panjang dan berkelimpahan, seperti pohon yang berakar dekat air. Ia membayangkan hidupnya stabil dan aman karena berkat Allah.
Latar belakang
Keyakinan yang hancur
Ayub mengingat bahwa ia pernah berpikir akan mati dengan tenang di rumahnya, seperti burung di sarang yang aman. Ia yakin umurnya akan panjang dan berkatnya terus berlanjut.
Di mana
Tanah Us
Di antara abu, di luar kota
Kapan
~2000 SM
Zaman para bapa bangsa
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Tiga sahabat
Elifas, Bildad, Zofar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קֵן
qen · Sarang
sarang, tempat berlindung
גָּוַע
gava · Mati
mati, binasa, menghembuskan nafas
חוֹל
chol · Pasir
pasir, butiran yang tak terhitung
Ayub pernah mengira hidupnya seaman sarang; harapan itu kini kontras dengan kenyataannya. Kata 'pasir' melambangkan banyaknya hari yang ia bayangkan, tetapi kini menjadi debu penderitaan.
Tahukah kamu
Sarang sebagai simbol keamanan
Dalam puisi Ibrani, 'sarang' sering digunakan untuk menggambarkan tempat yang aman dan kokoh, seperti rumah bagi keluarga.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 29:18
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 29:18
✕ Sering dikira
Ayub menyatakan bahwa siapa pun yang berbuat baik pasti akan mati tenang.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pengakuannya di masa lalu, bukan janji Allah; kenyataannya justru bertolak belakang.
✕ Sering dikira
'Pasir' mengacu pada banyaknya keturunan atau harta.
✓ Yang sebenarnya
Di sini 'hari-hariku seperti pasir' berarti umur yang panjang, bukan berkat materi.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 29:18
Perencanaan masa depan adalah hal yang baik, tetapi kita harus ingat bahwa hidup bisa berubah. Ayub mengalami nasib buruk, namun itu tidak menghapus makna hidupnya. Belajarlah untuk tidak terlalu bergantung pada kepastian duniawi, tapi berakar di dalam Tuhan.
Ya Tuhan, di tengah ketidakpastian, jadikan aku berakar dalam kasih-Mu, agar harapanku tidak goncang oleh perubahan keadaan. Amin.