Hikmat melampaui mutiara

Ayub 28:18

Hikmat Lebih Berharga dari Emas

PerikopPencarian Manusia akan Hikmat · Ayub 28:1-28 →
“Tidak akan ada lagi yang menyebut batu karang dan kristal; harga hikmat jauh di atas mutiara.”

Ayub 28:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 28:18?

Ayub 28:18 menegaskan bahwa batu karang, kristal, dan mutiara pun tidak dapat dibandingkan dengan hikmat. Harganya jauh melebihi segala yang berharga di bumi. Hikmat adalah anugerah yang tak ternilai dari Allah.

Latar belakang

Mutiara pun kalah berharga

Ayub menyimpulkan bahwa batu karang, kristal, dan mutiara tidak dapat dibandingkan dengan hikmat. Bahkan jika semua barang berharga itu disebutkan, hikmat tetap jauh di atasnya.

Di mana

Tanah Uz

Di timbunan abu, setelah diskusi panjang

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Tuhan menjawab dari badai
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang saleh yang menderita, ~60 tahun

T

Kepada

Teman-teman Ayub

Elifas, Bildad, dan Zofar, penasihat yang keliru

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רָאמוֹת

ramot · batu karang

Batu karang atau koral, dianggap berharga

גָּבִישׁ

gavish · kristal

Kristal atau es, mungkin kuarsa

פְּנִינִים

peninim · mutiara

Mutiara, batu permata yang sangat berharga

Kata 'mutiara' (peninim) juga bisa berarti 'karang' atau 'batu mahal', tetapi dalam konteks ini merujuk pada mutiara. Ayub menegaskan bahwa bahkan benda paling berharga di bumi tidak dapat menebus hikmat.

Tahukah kamu

Mutiara di Timur Dekat kuno

Mutiara sangat langka dan mahal di zaman Ayub, diperoleh dari Laut Merah atau Teluk Persia. Ayub menyebutnya sebagai simbol kemewahan ekstrem.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 28:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 28:18

✕  Sering dikira

Ayub sedang berbicara tentang hikmat duniawi seperti ilmu pengetahuan.

✓  Yang sebenarnya

Hikmat di sini adalah hikmat ilahi yang berakar pada takut akan Tuhan.

✕  Sering dikira

Ayub bermaksud bahwa manusia tidak boleh mengejar kekayaan.

✓  Yang sebenarnya

Ayub tidak melarang kekayaan; ia hanya menekankan prioritas: hikmat lebih berharga.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 28:18

Sering kali kita menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengejar hal-hal yang fana. Tetapi hikmat dari Allah adalah investasi yang kekal. Marilah kita mengejar hikmat melalui firman dan doa, karena itu akan membawa berkat sejati.

Ya Allah, buatlah aku haus akan hikmat-Mu dan puas hanya di dalam Dia. Amin.