Hikmat tak bisa dibeli

Ayub 28:15

Hikmat: Di Mana Ditemukan?

Ia tidak bisa dibeli dengan emas, dan harganya tidak bisa ditimbang dengan perak.

Ayub 28:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 28:15?

Ayub 28:15 menegaskan bahwa hikmat tidak dapat dibeli dengan emas atau perak. Nilainya jauh melebihi kekayaan duniawi. Tidak peduli seberapa banyak uang atau harta yang kita miliki, kita tidak dapat membeli hikmat dari Allah.

Latar belakang

Hikmat di luar pasar

Ayub menutup pencarian dengan tegas: hikmat tidak bisa dibeli dengan emas atau ditimbang dengan perak. Ia berada di luar sistem nilai manusia, karena nilainya tak terhingga.

Di mana

Tanah Uz

Di tengah percakapan dengan sahabat, kemungkinan di dekat timbunan abu

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Tuhan berbicara kepada Ayub
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

milyarder yang menderita, ~60 tahun

P

Kepada

Pembaca/penanya

semua yang mencari makna di tengah derita

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יִתְּנֵי

yittenei · dibeli

memberi, membayar, menukar

סָגוֹר

sagor · emas

emas murni, emas tertutup

כֶּסֶף

kesef · perak

perak, logam mulia

Hikmat tidak termasuk dalam transaksi jual-beli; kata 'sagor' (emas murni) menekankan bahkan logam paling berharga sekali pun tidak cukup.

Tahukah kamu

Emas di zaman Ayub

Emas memang menjadi standar kekayaan, tetapi di zaman Ayub, emas belum menjadi alat tukar seperti mata uang. Jadi 'dibeli' di sini memakai bahasa perdagangan yang baru berkembang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 28:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 28:15

✕  Sering dikira

Ayub sedang mengajarkan bahwa kita harus miskin untuk punya hikmat.

✓  Yang sebenarnya

Intinya bukan kemiskinan, melainkan hikmat tidak bergantung pada kekayaan; nilainya melebihi apa pun yang bisa dibeli.

✕  Sering dikira

Ayub berbicara tentang hikmat sebagai sesuatu yang abstrak dan tak terjangkau.

✓  Yang sebenarnya

Hikmat itu nyata dan bisa dimiliki, tetapi tidak bisa diperoleh dengan uang, melainkan dari Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 28:15

Kita sering berpikir bahwa dengan kekayaan atau kesuksesan kita dapat membeli kebahagiaan dan kebijaksanaan. Tetapi hikmat sejati adalah anugerah Allah yang tidak ternilai, diberikan kepada mereka yang rendah hati dan mau menerimanya. Prioritaskan hubungan dengan Allah daripada mengejar materi.

Tuhan, tolong aku untuk tidak mengejar hal-hal duniawi, tetapi mencari hikmat-Mu yang tak ternilai. Amin.