Menggali Saluran di Batu

Ayub 28:10

Hikmat Lebih Berharga dari Permata

PerikopPencarian Manusia akan Hikmat · Ayub 28:1-28 →
“Dia menggali saluran di antara gunung-gunung batu, dan matanya telah melihat segala sesuatu yang berharga.”

Ayub 28:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 28:10?

Manusia menggali terowongan dan saluran di dalam gunung batu, dan matanya dapat melihat segala sesuatu yang berharga, seperti emas dan permata. Ini menggambarkan kecakapan manusia dalam menemukan harta terpendam. Namun, hikmat tidak bisa ditemukan dengan cara seperti itu; ia lebih tersembunyi dan bernilai abadi.

Latar belakang

Manusia Menemukan Harta di Bumi

Ayub melukiskan kegigihan penambang yang menggali terowongan dan saluran di batu untuk mencapai logam mulia. Mereka rela menghadapi bahaya demi kekayaan yang tersembunyi.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan abu, berdiskusi

Kapan

~2000 SM

Zaman para patriarkh

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan semuanya
Ayub diuji lebih berat
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang kaya yang menderita, ~60 tahun

T

Kepada

Teman-teman Ayub

Elifas, Bildad, dan Zofar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

תְּעָלָה

te'alah · saluran

terowongan atau saluran air

צוּר

tsur · batu

batu karang, tebing

יְקָר

yeqar · berharga

berharga, mahal

Kata-kata ini menekankan usaha ekstrem manusia untuk menggali harta, namun hikmat tidak bisa ditemukan dengan cara seperti itu.

Tahukah kamu

Terowongan Kuno

Penambangan kuno sering menggunakan teknik membendung sungai untuk mengeringkan area, seperti yang disebutkan Ayub.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 28:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 28:10

✕  Sering dikira

Menganggap Ayub sedang memuji teknologi penambangan.

✓  Yang sebenarnya

Ayub sedang memakai penambangan sebagai kiasan untuk menunjukkan keterbatasan manusia.

✕  Sering dikira

Mengira 'mata' berarti Allah melihat segala sesuatu.

✓  Yang sebenarnya

Di ayat ini 'matanya' adalah mata penambang yang melihat harta, bukan mata Allah.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 28:10

Kita mungkin pandai mencari keuntungan materi, tetapi jangan lupa bahwa hikmat jauh lebih penting. Evaluasilah prioritas hidup: apakah kita lebih mengejar harta atau kebijaksanaan dari Tuhan?

Bapa, mampukan aku untuk menghargai hikmat lebih dari harta dunia. Amin.