Menambang Hikmat

Ayub 28:1

Hikmat Lebih Berharga dari Emas

“Sesungguhnya, ada tempat penambangan perak, dan tempat emas dimurnikan.

Ayub 28:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 28:1?

Ayub mengibaratkan hikmat seperti logam mulia yang tersembunyi di dalam perut bumi. Meskipun manusia mampu menambang perak dan emas, hikmat sejati tidak bisa diperoleh dengan usaha atau teknologi semata.

Latar belakang

Manusia Menggali Bumi

Ayub mulai berbicara tentang hikmat dengan menggambarkan aktivitas pertambangan. Dia menunjukkan bagaimana manusia berusaha keras untuk menemukan perak dan emas, yang tersembunyi di dalam bumi.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat abu, setelah percakapan panjang

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Patriark

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penderitaan Ayub dimulai
Ayub dipulihkan Allah
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita, ~60 tahun

T

Kepada

Teman-teman Ayub

Elifas, Bildad, Zofar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כֶּסֶף

kesef · perak

logam mulia berwarna putih, sering dipakai sebagai alat tukar

מוֹצָא

motsa · tempat penambangan

tempat keluarnya atau sumber, di sini berarti lokasi penggalian

זָהָב

zahav · emas

logam mulia berwarna kuning, sangat berharga

Kata 'motsa' (sumber) menunjukkan bahwa manusia menemukan harta dari dalam bumi, tetapi ini hanya gambaran awal untuk menunjukkan bahwa hikmat lebih sulit ditemukan daripada logam berharga.

Tahukah kamu

Tambang Zaman Dulu

Tambang pada zaman Ayub sangat primitif, memakai api untuk memecah batu. Emas sering ditemukan sebagai butiran kecil di dalam kuarsa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 28:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 28:1

✕  Sering dikira

Ayub sedang membual tentang kekayaan tambang.

✓  Yang sebenarnya

Ayub justru memakai pertambangan sebagai perbandingan untuk menunjukkan hikmat yang lebih berharga.

✕  Sering dikira

Ayub menyetujui usaha pertambangan sebagai cara mencari hikmat.

✓  Yang sebenarnya

Ayub menunjukkan bahwa meskipun manusia bisa menggali bumi, hikmat tidak ditemukan di sana.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 28:1

Saat kita berjuang mencapai sukses, ingatlah bahwa hikmat lebih berharga daripada kekayaan. Jangan biarkan pekerjaan atau ambisi mengalahkan pencarian akan hikmat dari Tuhan.

Tuhan, ajari aku menghargai hikmat lebih dari emas dan perak dalam hidupku. Amin.