Ayub Mengutuk Musuhnya
Ayub 27:7
Ayub Mempertahankan Integritasnya
“Biarlah musuhku menjadi seperti orang fasik, dan dia yang bangkit melawan aku menjadi seperti orang tidak benar.”Ayub 27:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Biarlah musuhku mengalami seperti orang fasik, dan orang yang melawan aku seperti orang yang curang. Ayub 27.8–15 76”Ayub 27:7 · TB
Terjemahan Baru
“Semoga musuhku dihukum sebagai pendurhaka, dan lawanku dihajar sebagai orang durjana.”Ayub 27:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Let mine enemy be as the wicked, and he that riseth up against me as the unrighteous.”Ayub 27:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 27:7?
Ayub mengutuk musuhnya, berharap mereka mendapat nasib orang fasik. Ini adalah cara Ayub menegaskan bahwa ia tidak bersalah dan meminta Allah membela kebenarannya.
Latar belakang
Seruan Pembalasan
Ayub, dalam penderitaannya, menginginkan agar musuhnya diperlakukan seperti orang fasik. Ini adalah bentuk doa imprekasi, di mana ia meminta keadilan atas mereka yang menentangnya.
Di mana
Tanah Uz
Di antara tumpukan abu, di luar perkampungan
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Teman-teman Ayub
Tiga sahabat yang menuduhnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֹיֵב
oyev · musuh
Orang yang memusuhi atau melawan seseorang.
רָשָׁע
rasha · orang fasik
Orang yang bersalah, berdosa, atau tidak benar.
קוּם
qum · bangkit
Berdiri atau bangkit, sering kali untuk melawan.
Ayub memakai kata yang kuat untuk 'musuh' dan 'orang fasik', menunjukkan bahwa ia melihat lawannya sebagai pihak yang jahat, bukan sekadar berbeda pendapat.
Tahukah kamu
Doa Pembalasan dalam Alkitab
Ayub bukan satu-satunya yang berdoa demikian; pemazmur juga melakukannya (Mazmur 137:9). Ini menunjukkan kejujuran emosi di hadapan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 27:7
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 27:7
✕ Sering dikira
Ayub meminta agar musuhnya dikutuk adalah dosa.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah ungkapan kejujuran dan keputusasaan, bukan perintah Allah.
✕ Sering dikira
Musuh yang dimaksud adalah Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Ayub berbicara tentang musuh manusia, bukan Allah.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 27:7
Saat kita diperlakukan tidak adil, kita bisa jujur mengungkapkan perasaan sakit kepada Tuhan. Percayakan pembelaan kita kepada-Nya, bukan membalas sendiri.
Tuhan, aku serahkan semua musuh dan orang yang memfitnahku ke dalam tangan-Mu; biarlah keadilan-Mu yang berbicara. Amin.