Harapan Orang Fasik
Ayub 27:8
Ayub Mempertahankan Integritasnya
“Sebab, harapan apakah yang dimiliki oleh orang tidak beriman ketika Allah membinasakannya, ketika Allah mengambil nyawanya?”Ayub 27:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Karena apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya?”Ayub 27:8 · TB
Terjemahan Baru
“Adakah harapan bagi orang dursila pada saat Allah menuntut jiwanya?”Ayub 27:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“For what is the hope of the hypocrite, though he hath gained, when God taketh away his soul?”Ayub 27:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 27:8?
Ayub mempertanyakan harapan orang fasik ketika Allah menghakimi dan mengambil nyawanya. Orang yang hidup tanpa Allah tidak punya dasar harapan yang kokoh.
Latar belakang
Harapan yang Sia-sia
Ayub menegaskan bahwa orang fasik tidak punya harapan saat Allah menghukum mereka. Ini merupakan jawaban atas tuduhan teman-temannya yang menganggap Ayub munafik.
Di mana
Tanah Uz
Di antara tumpukan abu, di luar perkampungan
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Teman-teman Ayub
Tiga sahabat yang menuduhnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תִּקְוָה
tikvah · harapan
Penantian akan sesuatu yang baik; juga tali pengikat.
חָנֵף
chanef · tidak beriman
Munafik, tidak setia, atau najis secara moral.
בָּצַע
batsa · membinasakan
Memotong, mengakhiri, atau menyingkirkan.
Harapan orang fasik adalah ilusi — saat Allah bertindak, itu terputus. Ayub memakai kata 'chanef' untuk menekankan kemunafikan mereka.
Tahukah kamu
Kata 'Harapan' dalam Ibrani
Kata Ibrani untuk harapan (tikvah) juga berarti 'tali' — harapan adalah sesuatu yang kita pegang erat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 27:8
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 27:8
✕ Sering dikira
Ayub berkata bahwa semua orang fasik tidak punya harapan di dunia ini.
✓ Yang sebenarnya
Maksudnya harapan mereka sia-sia dan akhirnya berujung pada kehancuran.
✕ Sering dikira
Ayub menghakimi teman-temannya sebagai 'tidak beriman'.
✓ Yang sebenarnya
Ia berbicara tentang orang fasik secara umum, bukan langsung menuduh mereka.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 27:8
Harapan sejati hanya berasal dari hubungan dengan Allah. Evaluasi apakah harapan kita dibangun di atas hal-hal duniawi atau di atas Tuhan yang kekal.
Tuhan, ajari aku membangun harapan hanya pada-Mu, bukan pada harta atau kesuksesan. Amin.