Manusia: Belatung dan Cacing
Ayub 25:6
Manusia yang Hina di Hadapan Allah
PerikopTidak Seorang pun Benar di Hadapan Allah · Ayub 25:1-6 →“lebih lagi manusia, yang hanya belatung, dan manusia fana, yang hanya cacing.”Ayub 25:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!"”Ayub 25:6 · TB
Terjemahan Baru
“Apalagi manusia, si cacing, si serangga! Di mata Allah, ia sungguh tak berharga."”Ayub 25:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“How much less man, that is a worm? and the son of man, which is a worm?”Ayub 25:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 25:6?
Bildad menyimpulkan bahwa manusia itu seperti belatung dan cacing, sangat rendah dan hina. Ini menunjukkan betapa kecil dan tidak berartinya manusia jika dibandingkan dengan kebesaran Allah.
Latar belakang
Bildad Membandingkan Manusia dengan Ulat
Bildad mencapai puncak argumen dengan menyebut manusia sebagai 'belatung' dan 'cacing.' Ini adalah puncak penghinaan yang ia tujukan kepada Ayub untuk menunjukkan betapa tidak layaknya manusia di hadapan Allah.
Di mana
Tanah Uts
Di tempat Ayub di luar kota, di antara abu
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Bildad
Sahabat Ayub, orator berpengalaman, cenderung meremehkan orang lain
Kepada
Ayub
Pria saleh yang sedang menderita dan merasa tidak adil
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רִמָּה
rimmah · belatung
belatung, ulat yang memakan bangkai
תּוֹלֵעָה
tole'ah · cacing
cacing, ulat (juga dipakai untuk pewarna ungu dari siput murex)
בָּשָׂר
basar · manusia fana
daging, tubuh yang lemah dan fana
Penggunaan 'rimmah' dan 'tole'ah' menegaskan kefanaan manusia yang sangat rendah, namun ironisnya kata 'tole'ah' juga digunakan untuk zat yang menghasilkan warna ungu pada jubah raja, menunjukkan bahwa manusia bisa diangkat Allah.
Tahukah kamu
Belatung dan Cacing
Kata Ibrani untuk 'belatung' (rimmah) dan 'cacing' (tola'at) juga digunakan untuk larva yang memakan bangkai. Ini adalah gambaran yang sangat merendahkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 25:6
Mazmur 22:7
Manusia diumpamakan ulat
“Tetapi aku ini ulat, bukan manusia; cela bagi manusia, dihina oleh rakyat.”
Yesaya 41:14
Israel disebut cacing
“Janganlah takut, hai cacing Yakub, hai ulat Israel; Aku akan menolong engkau.”
Kejadian 3:19
Manusia dari debu
“Sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 25:6
✕ Sering dikira
Manusia pada dasarnya tidak berharga dan tidak berguna.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menekankan kerendahan dan ketidaklayakan manusia di hadapan Allah, tetapi bukan bahwa manusia tidak berharga; Allah tetap mengasihi dan menebus manusia.
✕ Sering dikira
Bildad menggunakan ini untuk menghakimi Ayub secara pribadi bahwa Ayub adalah cacing.
✓ Yang sebenarnya
Bildad memang merendahkan Ayub, tetapi perkataannya juga berlaku untuk semua manusia. Namun, penilaian Bildad salah karena Ayub bukan orang fasik.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 25:6
Pengakuan akan keterbatasan kita bukan untuk membuat kita putus asa, melainkan untuk mengingatkan kita betapa kita membutuhkan kasih karunia-Nya. Marilah kita datang dengan rendah hati kepada Allah.
Tuhan, aku mengakui bahwa aku hanyalah debu, tetapi Engkau adalah segalanya; mampukan aku untuk hidup dalam ketergantungan penuh pada-Mu. Amin.