Meminta perhatian sahabat

Ayub 21:5

Ayub Menjawab: Mengapa Orang Fasik Makmur?

Lihatlah kepadaku, dan heranlah; taruhlah tanganmu pada mulutmu.

Ayub 21:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 21:5?

Ayub meminta orang-orang untuk melihat dia dan merasa heran akan penderitaannya. Dia menyuruh mereka menutup mulut sebagai tanda takjub. Ini menekankan betapa beratnya penderitaan yang dia alami.

Latar belakang

Ayub meminta perhatian dan rasa heran

Ayub meminta sahabatnya untuk melihat kepadanya dan merasa heran, bahkan menutup mulut mereka. Ini menunjukkan kondisi Ayub yang menyedihkan dan penderitaannya yang luar biasa.

Di mana

Tanah Uz

Di antara abu, di luar rumah, setelah percakapan panjang

Kapan

~2000 SM (tradisional)

Zaman Para Leluhur (Patriark)

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Ayub dipulihkan oleh Allah
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang saleh yang menderita, kaya lalu jatuh miskin

Z

Kepada

Zofar, Elifas, Bildad

Tiga sahabat yang menuduh Ayub berdosa

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פְּנוּ

penu · Lihatlah

Berpalinglah atau hadapilah, sering berarti memperhatikan dengan saksama.

שָׁמֵמוּ

shamemu · heranlah

Tertegun atau tercengang, bisa juga berarti menjadi sunyi sepi.

שִׂימוּ

simu · taruhlah

Letakkan, taruh, atau tempatkan.

Kata 'penu' mengajak pendengar untuk berbalik dan sungguh-sungguh memperhatikan kondisi Ayub. 'Shamemu' berarti tercengang yang bisa bersifat kagum atau ngeri. 'Simu' (taruh) bersama 'tangan di mulut' menekankan tindakan untuk diam.

Tahukah kamu

Gerakan menutup mulut

Dalam budaya Timur Tengah kuno, menaruh tangan di mulut adalah isyarat diam dan kagum takjub. Ini sering dipakai dalam konteks ibadah atau ketika melihat sesuatu yang mengagumkan atau menakutkan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 21:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 21:5

✕  Sering dikira

Ayub meminta sahabatnya untuk mengejeknya lebih banyak.

✓  Yang sebenarnya

Ayub meminta mereka untuk melihat penderitaannya dan terdiam karena kagum, bukan karena mengejek.

✕  Sering dikira

Ayub sedang menyombongkan diri.

✓  Yang sebenarnya

Ayub ingin menunjukkan betapa berat penderitaannya sehingga mereka harus heran.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 21:5

Kadang kita perlu berhenti bicara dan merenungkan penderitaan orang lain. Kesedihan yang mendalam bisa membuat orang tak bisa berkata-kata, dan itu adalah bentuk penghormatan.

Bapa, ajari aku untuk peka terhadap penderitaan orang lain dan diam ketika kata-kata tidak perlu diucapkan. Amin.