Bildad: kegelapan dalam kemah orang fasik
Ayub 18:6
Bildad: Nasib Orang Fasik
“Terang dalam kemahnya menjadi gelap, dan pelita di atasnya dipadamkan.”Ayub 18:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Terang di dalam kemahnya menjadi gelap, dan pelita di atasnya padam.”Ayub 18:6 · TB
Terjemahan Baru
“Terang dalam kemahnya menjadi pudar; pelita penerangnya tidak lagi bersinar.”Ayub 18:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“The light shall be dark in his tabernacle, and his candle shall be put out with him.”Ayub 18:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 18:6?
Bildad melanjutkan gambaran tentang orang fasik: terang di kemahnya menjadi gelap dan pelitanya padam. Ini menekankan bahwa kejahatan membawa kegelapan total dalam hidup seseorang, baik secara rohani maupun fisik.
Latar belakang
Bildad melukiskan hilangnya terang dalam kemah
Bildad melanjutkan tema kegelapan: 'terang dalam kemahnya menjadi gelap'. Ini berarti orang fasik akan kehilangan berkat dan sukacita.
Di mana
Suah (wilayah Arab)
Di dekat rumah Ayub yang hancur, di tengah dialog
Kapan
~2000 SM
Zaman para leluhur
Yang berbicara
Bildad, orang Suah
Sahabat Ayub, sangat yakin tentang hukuman
Kepada
Ayub
Orang saleh yang menderita, sedang berdebat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֹהֶל
ohel · kemah
kemah; tempat tinggal, keluarga
חֹשֶׁךְ
choshekh · gelap
kegelapan, ketiadaan cahaya
נֵר
ner · pelita
lampu, pelita
'Ohel' (kemah) dan 'ner' (pelita) adalah simbol kehidupan dan berkat. Bildad mengatakan bahwa sumber kehidupan orang fasik akan padam total.
Tahukah kamu
Kemah adalah simbol rumah
Orang-orang nomaden tinggal di kemah, dan 'kemah' sering dipakai untuk rumah tangga. 'Kemahnya' berarti keluarganya, harta, dan kehidupannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 18:6
Ayub 21:17
pelita dipadamkan
“Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan, dan kebinasaan datang menimpa mereka!”
Amsal 20:20
pelita padam
“Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam dalam kegelapan.”
Mazmur 18:28
pelita dari Tuhan
“Sebab Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 18:6
✕ Sering dikira
Bildad sedang bernubuat tentang Ayub secara khusus.
✓ Yang sebenarnya
Bildad berbicara umum tentang orang fasik, tapi implikasinya menuduh Ayub.
✕ Sering dikira
Kegelapan adalah ketiadaan cahaya secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Ini metafora untuk keputusasaan dan kematian.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 18:6
Kegelapan rohani sering kali datang ketika kita menjauh dari Tuhan. Saat kita merasa hidup gelap dan tanpa arah, saatnya untuk kembali kepada sumber terang sejati, yaitu Yesus Kristus, yang menerangi jalan kita.
Tuhan Yesus, Engkau adalah terang dunia. Saat hidupku terasa gelap, tariklah aku kembali kepada-Mu dan penuhi hatiku dengan terang-Mu. Amin.