Kebuntuan Penderitaan
Ayub 16:6
Ayub Membalas Tuduhan Teman-temannya
“Jika aku berbicara, penderitaanku tidak terlegakan, tetapi jika aku berdiam diri, bagaimana aku bisa lega?”Ayub 16:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi bila aku berbicara, penderitaanku tidak menjadi ringan, dan bila aku berdiam diri, apakah yang hilang dari padaku?”Ayub 16:6 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau aku bicara, deritaku tidak reda; jika aku berdiam diri, apa pula gunanya?”Ayub 16:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Though I speak, my grief is not asswaged: and though I forbear, what am I eased?”Ayub 16:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 16:6?
Ayub meratapi bahwa baik berbicara maupun diam, penderitaannya tidak berkurang. Ini menunjukkan keputusasaannya yang mendalam; tidak ada jalan keluar dari deritanya.
Latar belakang
Ayub menggambarkan penderitaannya yang tak terhindarkan
Ayub merasa buntu: jika ia bicara, rasa sakitnya tidak berkurang; jika ia diam, penderitaannya tetap. Ia terjebak dalam kepedihan yang tak menemukan jalan keluar, baik dengan berbicara maupun dengan berdiam.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat abu, di antara teman-temannya
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Elifas, Bildad, dan Zofar
tiga sahabat yang menuduh Ayub
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כְּאֵבִי
ke'evi · penderitaanku
rasa sakit, duka, penderitaan fisik atau emosional
דִּבֵּר
dibber · berbicara
mengucapkan kata-kata
חָדַל
chadal · berdiam diri
berhenti, berhenti berbicara, meninggalkan
Kata ke'evi (sakit) muncul di awal, dan dua kata kerja (berbicara, berdiam) menunjukkan bahwa tindakan manusia tidak mampu mengubah keadaannya. Ini menekankan keputusasaan yang dialami Ayub.
Tahukah kamu
Struktur paralelisme dalam puisi Ibrani
Ayat ini menggunakan paralelisme antitetis: berbicara vs diam, dan keduanya tidak membawa kelegaan. Ini adalah ciri khas puisi Ibrani yang menekankan dilema yang tak terpecahkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 16:6
Mazmur 39:1-2
diam karena sakit
“Aku berkata: 'Aku akan menjaga tingkah lakuku, jangan sampai aku berdosa dengan lidahku; aku akan menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku.'”
Roma 8:26
keluhan tak terkatakan
“Sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya yang harus kita doakan; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Ayub 7:11
bicara dalam kesesakan
“Oleh sebab itu aku tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepahitan hatiku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 16:6
✕ Sering dikira
Ayub ragu apakah Allah mendengar atau peduli.
✓ Yang sebenarnya
Ayub tidak meragukan Allah, tetapi ia sedang menggambarkan penderitaannya yang tak kunjung reda baik saat ia berbicara maupun diam.
✕ Sering dikira
Ayub menganggap kata-kata tidak berguna sama sekali.
✓ Yang sebenarnya
Ayub menyiratkan bahwa kata-kata manusia tidak dapat menyelesaikan penderitaannya; hanya Allah yang bisa.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 16:6
Terkadang kita merasa terjebak dalam masalah, tidak ada solusi. Dalam keadaan seperti itu, kita bisa jujur kepada Allah tentang perasaan kita, Dia sanggup memahami.
Tuhan, saat aku merasa tidak ada jalan keluar, tolong aku tetap berpegang pada-Mu yang tahu segala perkara. Amin.