Kain kabung dan debu
Ayub 16:15
Ratapan Ayub di Tengah Penderitaan
PerikopKeluhan Ayub tentang Perlakuan Allah · Ayub 16:1-22 →“Aku telah menjahit kain kabung di sekujur kulitku, dan menaruh kekuatanku di dalam debu.”Ayub 16:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kain kabung telah kujahit pada kulitku, dan tandukku kumasukkan ke dalam debu; Ayub 16.16–17.2 49”Ayub 16:15 · TB
Terjemahan Baru
“Aku memakai karung tanda kesedihan, dan duduk dalam debu karena dikalahkan.”Ayub 16:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I have sewed sackcloth upon my skin, and defiled my horn in the dust.”Ayub 16:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 16:15?
Ayub berkata bahwa ia menjahit kain kabung pada kulitnya dan menaruh kekuatannya di dalam debu. Kain kabung adalah simbol duka, dan debu melambangkan kerendahan dan kematian. Ini berarti ia meratapi penderitaannya dan merasa kekuatannya hilang, hancur seperti debu.
Latar belakang
Ayub memakai kain kabung dan duduk di debu
Ayub menggambarkan tindakan berkabungnya: menjahit kain kabung pada kulitnya dan meletakkan tanduk (lambang kekuatan) di debu. Ini adalah simbol penyesalan, kesedihan, dan kerendahan. Ayub menunjukkan bahwa penderitaannya sudah meresap ke seluruh kehidupannya.
Di mana
Tumpukan abu di luar kota
Di tumpukan abu, di pinggiran kota, sedang berkabung
Kapan
~2000 SM
Zaman para bapa leluhur
Yang berbicara
Ayub
orang benar yang menderita, dari tanah Us
Kepada
Teman-teman Ayub
Elifas, Bildad, dan Zofar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שַׂק
saq · kabung
kain kabung, kain kasar untuk perkabungan
קַרְנִי
qarni · kekuatanku
tandukku, simbol kekuatan dan kehormatan
עָפָר
afar · debu
debu, tanah, abu
Kata-kata ini menunjukkan ekspresi perkabungan yang ekstrem: mengenakan kain kabung, merendahkan tanduk (kekuatan) ke dalam debu. Ini bukan sekadar penyesalan, melainkan pengakuan bahwa kekuatan Ayub telah hilang dan ia berada di titik terendah.
Tahukah kamu
Kain kabung dan debu
Kain kabung adalah kain kasar yang terbuat dari bulu kambing, dan duduk di debu adalah tanda perkabungan yang umum di Timur Tengah kuno. 'Menaruh tanduk di debu' berarti merendahkan diri, karena tanduk melambangkan kekuatan dan kehormatan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 16:15
Ayub 2:8
duduk di abu
“Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.”
Yesaya 58:5
kabung dan abu
“Berpuasa yang Kukehendaki ialah... membungkukkan diri seperti gelagah dan berbaring di atas kain kabung dan abu?”
Mazmur 44:19
meremukkan dan kegelapan
“Sekalipun Engkau meremukkan kami di tempat serigala, dan menyelubungi kami dengan kegelapan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 16:15
✕ Sering dikira
Menganggap 'menaruh tanduk di debu' adalah tindakan fisik yang aneh.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah metafora untuk merendahkan diri dan kehilangan kekuatan.
✕ Sering dikira
Mengira kain kabung hanya untuk orang mati, padahal juga untuk perkabungan dan penyesalan.
✓ Yang sebenarnya
Kain kabung dipakai dalam berbagai situasi duka, termasuk bencana dan pertobatan.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 16:15
Saat kita berduka atau merasa lemah, penting untuk mengakui perasaan itu tanpa berpura-pura kuat. Mengizinkan diri kita berduka di hadapan Allah justru membuka jalan bagi Allah untuk menghibur dan memulihkan kita.
Tuhan, terimalah ratapanku dan kelemahanku. Saat aku merasa seperti debu, pulihkanlah aku dan ingatkanlah bahwa Engkau dekat kepada orang yang patah semangat. Amin.