Penghancuran berulang

Ayub 16:14

Ratapan Ayub di Tengah Penderitaan

Dia menghancurkanku, robekan demi robekan; Dia mengejarku seperti seorang prajurit.

Ayub 16:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 16:14?

Ayub melanjutkan metafora kekerasan: Allah menghancurkannya berulang kali dan mengejarnya seperti seorang prajurit. Ini menunjukkan perasaan dikejar tanpa henti oleh penderitaan yang datang silih berganti, seolah tidak ada jeda.

Latar belakang

Ayub merasa dihancurkan berkali-kali

Ayub melanjutkan metafora kekerasan: Allah menghancurkannya 'robekan demi robekan' seperti prajurit yang mengejar. Ini menunjukkan penderitaan yang terus-menerus dan tanpa henti. Ayub merasa Allah seperti pejuang yang tak kenal lelah menyerangnya.

Di mana

Tumpukan abu di luar kota

Di tumpukan abu, di pinggiran kota, sedang berkabung

Kapan

~2000 SM

Zaman para bapa leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Serangan Allah seperti pemanah
Ayub menjahit kain kabung
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang benar yang menderita, dari tanah Us

T

Kepada

Teman-teman Ayub

Elifas, Bildad, dan Zofar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

פֶּרֶץ

perets · robekan

pelanggaran, ledakan, robekan, retakan

יִפְרְצֵנִי

yifretzeni · menghancurkan

menerobos, merobek, melanggar

יָרוּץ

yaruts · mengejar

berlari, mengejar, menyerbu

Kata-kata ini menunjukkan serangan yang agresif dan berulang. 'Robekan' dan 'menghancurkan' berasal dari akar yang sama, menekankan tindakan melanggar tembok pertahanan. 'Mengejar' menunjukkan kegigihan yang tidak berhenti. Ayub merasa tidak ada tempat berlindung.

Tahukah kamu

Prajurit dalam Alkitab

Dalam bahasa Ibrani, kata 'prajurit' atau 'pahlawan' (gibbor) sering digunakan untuk menggambarkan kekuatan militer, tetapi juga bisa merujuk pada kekuatan ilahi. Di sini, Allah digambarkan sebagai pejuang yang agresif.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 16:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 16:14

✕  Sering dikira

Menganggap 'mengejar' berarti Allah mengejar Ayub secara harfiah seperti musuh.

✓  Yang sebenarnya

Ini metafora untuk penderitaan yang terus-menerus, bukan kejaran fisik.

✕  Sering dikira

Mengira Ayub menggambarkan serangan dari manusia, bukan Allah.

✓  Yang sebenarnya

Subjeknya adalah Allah, karena sebelumnya Ayub menyebut 'Dia' yang meremukkan.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 16:14

Kadang masalah datang silih berganti tanpa henti. Alih-alih putus asa, kita bisa meniru Ayub dengan tetap berbicara kepada Allah dan mengakui perasaan kita, karena doa yang jujur adalah langkah pertama untuk menemukan ketenangan di tengah badai.

Ya Allah, ketika penderitaan datang bertubi-tubi, berikanlah aku kekuatan untuk terus berharap kepada-Mu dan berlindung dalam kasih-Mu yang tak pernah berubah. Amin.