Ayub mempertanyakan keberpihakan sahabat

Ayub 13:8

Pertaruhan Iman di Tengah Penderitaan

Akankah kamu memihak kepada-Nya? Akankah kamu berdebat bagi Allah?

Ayub 13:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 13:8?

Ayub 13:8 mempertanyakan apakah teman-temannya memihak Allah dengan cara yang tidak adil. Mereka mungkin berpikir dengan membela Allah, mereka benar, tetapi Ayub menantang motivasi mereka. Ini mengingatkan bahwa keberpihakan kepada Tuhan tidak boleh membuat kita buta terhadap kebenaran.

Latar belakang

Ayub menuduh sahabatnya memihak Allah

Ayub mempertanyakan apakah mereka benar-benar ingin membela Allah atau justru bertindak sebagai penasihat yang bias. Ia menunjukkan bahwa keberpihakan buta tidak menghormati Allah.

Di mana

Tanah Us

Di tempat pembuangan sampah di luar kota

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan harta
Ayub diuji oleh Allah
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Saudagar kaya yang kehilangan segalanya, ~60 tahun

E

Kepada

Elifas, Bildad, Zofar

Sahabat yang menghakimi Ayub dengan asumsi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

נָשָׂא פָנִים

nasa panim · memihak

Mengangkat wajah, menunjukkan keberpihakan

רִיב

riv · berdebat

Berselisih atau berbantah di pengadilan

לָאֵל

la'el · bagi Allah

Untuk Allah, atas nama-Nya

Mengangkat wajah (nasa panim) adalah istilah teknis untuk keberpihakan dalam pengadilan; Ayub menuduh mereka berlaku tidak adil demi membela Allah, padahal itu merendahkan Allah.

Tahukah kamu

Berdebat untuk Allah

Frasa 'berdebat bagi Allah' mengingatkan pada praktik pengadilan di mana seorang pembela tampil untuk pihak yang bersengketa, tapi di sini Ayub menyindir sahabatnya yang terlalu bersemangat membela tanpa tahu fakta.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 13:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 13:8

✕  Sering dikira

Ayub menuntut agar sahabatnya berhenti membela Allah.

✓  Yang sebenarnya

Ayub ingin mereka membela Allah dengan benar, bukan dengan cara yang tidak jujur.

✕  Sering dikira

Allah tidak ingin manusia membela-Nya.

✓  Yang sebenarnya

Ayub menegaskan bahwa Allah tidak butuh pembelaan yang tidak adil; Ia sanggup membela diri-Nya sendiri.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 13:8

Saat kita membela Tuhan, periksa hati kita: apakah kita benar-benar mencari kebenaran, atau hanya ingin terlihat benar? Jangan sampai kita memihak Tuhan secara membabi buta, tetapi belalah kebenaran dengan rendah hati dan bijaksana.

Tuhan, murnikan motivasiku dalam membela-Mu. Ajar aku untuk memihak kebenaran, bukan sekadar menang sendiri. Amin.