Protes atas perlakuan Allah

Ayub 10:3

Ayub mempertanyakan keadilan Allah

“Apa untungnya bagi-Mu menindas aku, untuk membenci perbuatan tangan-Mu sendiri, dan justru membela rancangan orang fasik?”

Ayub 10:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 10:3?

Ayub mempertanyakan apakah Allah mendapat keuntungan dengan menindasnya, padahal ia adalah ciptaan tangan Allah sendiri. Ia melihat ketidakadilan: orang fasik tampaknya dibela, sementara ia, yang tidak bersalah, justru ditindas.

Latar belakang

Kontradiksi yang membingungkan

Ayub melihat adanya kontradiksi: Allah yang menciptakan dia dengan tangan sendiri justru sekarang menindas ciptaan-Nya. Ia juga heran mengapa Allah tampaknya membela orang fasik, sementara dia yang tidak bersalah justru menderita.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan sampah di luar kota, duduk di antara abu

Kapan

~2000 SM

Zaman para Bapa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub bertanya mengapa Allah menentangnya
Ayub membandingkan mata Allah dengan mata manusia
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita, ~60 tahun

A

Kepada

Allah

Tuhan yang disembah Ayub

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָשַׁק

ashaq · menindas

menindas, memeras, memperlakukan dengan tidak adil

מָאַס

ma'as · membenci

menolak, membuang, memandang rendah

עָשָׂה

asah · perbuatan

membuat, melakukan, menghasilkan karya

Ayub menggunakan kata-kata yang keras: Allah menindas, membenci, dan membuang karya tangan-Nya sendiri. Ini menunjukkan kebingungan teologisnya: bagaimana mungkin Pencipta yang penuh kasih bertindak seperti musuh terhadap ciptaan-Nya?

Tahukah kamu

Kata 'menindas' dan 'membenci'

Kata yang dipakai untuk 'menindas' (עָשַׁק, ashaq) sering berarti memeras atau memperlakukan dengan tidak adil. Ayub memakai kata yang tajam untuk mengkritik tindakan Allah yang tampaknya tidak adil.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 10:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 10:3

✕  Sering dikira

Ayub menuduh Allah tidak adil dalam arti Allah tidak peduli pada keadilan.

✓  Yang sebenarnya

Ayub justru sangat peduli pada keadilan dan bingung karena pengalamannya bertentangan dengan keyakinannya tentang Allah yang adil.

✕  Sering dikira

Orang Kristen tidak boleh bertanya seperti Ayub.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab mengabadikan doa Ayub; ini menunjukkan bahwa Allah menerima pertanyaan dan keluhan yang jujur dari anak-anak-Nya.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 10:3

Kita mungkin merasa Allah tidak adil ketika hidup kita sulit sementara orang yang tampaknya jahat makmur. Namun, kita bisa membawa kebingungan ini kepada Allah dalam doa, mengakui bahwa kita tidak selalu melihat gambaran besar-Nya.

Bapa, ketika aku melihat ketidakadilan, tolong aku untuk percaya bahwa rencana-Mu lebih luas daripada pemahamanku. Jadikan hatiku tenang di dalam kasih-Mu. Amin.