Ayub Merasa Terjebak Allah
Ayub 19:6
Ayub: Penebusku Hidup
“ketahuilah bahwa Allah telah menempatkanku di sisi yang salah, dan mengurungku dengan jala-Nya.”Ayub 19:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“insafilah, bahwa Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jala-Nya atasku.”Ayub 19:6 · TB
Terjemahan Baru
“Ketahuilah bahwa aku sedang disiksa Allah, dan ditangkap dalam perangkap-Nya.”Ayub 19:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Know now that God hath overthrown me, and hath compassed me with his net.”Ayub 19:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 19:6?
Ayub yakin bahwa Allah yang menempatkannya dalam penderitaan ini, dan dia melihat Allah sebagai pihak yang menjeratnya dengan jala. Ini adalah ungkapan keputusasaan Ayub, tetapi juga menunjukkan bahwa dia tetap memandang Allah sebagai yang berdaulat atas hidupnya, meskipun dia tidak mengerti alasannya.
Latar belakang
Merasa Dikepung Allah
Ayub mengungkapkan keyakinannya bahwa Allah yang menimpakan penderitaan ini, bukan karena dosa yang nyata. Ia merasa Allah memperlakukannya sebagai musuh dan menjebaknya.
Di mana
Tanah Uz
Di abu, di tengah penderitaan fisik dan emosional
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Ketiga sahabat
Elifas, Bildad, Zofar, penasihat yang menuduh
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָוַת
avat · menempatkan
membengkokkan, menindas
מִשְׁפָּט
mishpat · sisi yang salah
penghakiman, keadilan
רֶשֶׁת
reshet · jala
jaring, jerat
Ayub merasa Allah tidak adil dan menjebaknya tanpa alasan yang jelas, menunjukkan keputusasaannya yang jujur di hadapan Allah.
Tahukah kamu
Jala Perangkap
Jala adalah alat berburu yang umum di zaman kuno, menangkap binatang tanpa bisa lepas; Ayub memakai metafora ini untuk menggambarkan perasaannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 19:6
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 19:6
✕ Sering dikira
Ayub menuduh Allah tidak adil secara mutlak.
✓ Yang sebenarnya
Ayub sedang bergumul dengan perasaannya, bukan pernyataan doktrinal.
✕ Sering dikira
Ayub menyalahkan Allah sepenuhnya.
✓ Yang sebenarnya
Ayub tetap beriman, tetapi jujur tentang pergumulannya.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 19:6
Ketika kita mengalami kesulitan, kita mungkin bertanya mengapa Allah mengizinkannya. Namun, kita bisa percaya bahwa Allah punya rencana, meski tidak selalu kita pahami. Kita bisa datang kepada-Nya dengan jujur.
Bapa, ketika aku tidak mengerti jalan-Mu, berikan aku kepercayaan bahwa Engkau berdaulat. Amin.