Malu dan Celaka
Ayub 10:15
Kebuntuan Ayub
“Jika aku bersalah, celakalah aku! Jika aku di sisi yang benar, aku tidak dapat mengangkat kepalaku. Sebab, aku kenyang dengan rasa malu, dan lihatlah pada penderitaanku.”Ayub 10:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kalau aku bersalah, celakalah aku! dan kalau aku benar, aku takkan berani mengangkat kepalaku, karena kenyang dengan penghinaan, dan karena melihat sengsaraku.”Ayub 10:15 · TB
Terjemahan Baru
“Jikalau aku berbuat dosa, maka nasibku sungguh celaka! Tapi jika perbuatanku tak tercela, tetaplah aku dianggap berbuat dosa! Tak berani aku mengangkat kepala, sebab merasa sedih dan terhina.”Ayub 10:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“If I be wicked, woe unto me; and if I be righteous, yet will I not lift up my head. I am full of confusion; therefore see thou mine affliction;”Ayub 10:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 10:15?
Ayub merasa terjebak: jika bersalah, ia celaka; jika benar, ia tetap tidak bisa mengangkat kepala karena malu dan menderita. Ini menggambarkan keputusasaan Ayub yang merasa tidak ada jalan keluar.
Latar belakang
Jalan Buntu di Depan Allah
Ayub merasa tidak ada jalan keluar: jika ia bersalah, ia celaka; jika ia benar, ia masih malu karena penderitaannya. Ia tidak bisa mengangkat kepala karena aib dan sakit yang dialaminya, sehingga ia merasa terjebak.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat pembuangan abu, dalam keputusasaan
Kapan
~2000 SM
Zaman para bapa leluhur
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Allah
Yang dianggap tidak memberi kelepasan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רוּם
rum · Mengangkat
menaikkan atau mengangkat ke atas, simbol kehormatan.
קָלוֹן
qalon · Malu
rasa malu atau aib yang menempel pada diri.
עֳנִי
oni · Penderitaan
kesengsaraan fisik atau mental, penindasan.
Gabungan 'malu' dan 'penderitaan' menunjukkan bahwa Ayub merasakan aib yang mendalam, bukan sekadar sakit fisik; ia kehilangan martabat di depannya sendiri dan di hadapan orang lain.
Tahukah kamu
'Mengangkat kepala' sebagai tanda harga diri
Dalam budaya Timur Dekat kuno, mengangkat kepala adalah isyarat kepercayaan diri dan kehormatan. Ayub tidak bisa melakukannya karena merasa dipermalukan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 10:15
Mazmur 3:3
Tuhan mengangkat kepala
“Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, kemuliaanku dan pengangkat kepalaku.”
Yesaya 53:3
penderitaan hina
“Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan biasa menderita.”
Lukas 18:13
sadar diri
“Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 10:15
✕ Sering dikira
Ayub mengaku bersalah karena penderitaannya pasti akibat dosa.
✓ Yang sebenarnya
Ayub tidak mengaku dosa; ia hanya mengeksplorasi dua kemungkinan, keduanya membuatnya buntu.
✕ Sering dikira
Allah memang tidak mau mengampuni jika kita berdosa.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah keputusasaan Ayub, bukan pernyataan umum tentang karakter Allah.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 10:15
Kadang kita merasa seolah tidak ada yang benar dalam hidup kita. Saat seperti itu, kita bisa jujur kepada Allah tentang perasaan kita, karena Dia memahami kelemahan kita.
Tuhan, saat aku merasa buntu, tolonglah aku untuk tetap berseru kepada-Mu dan percaya bahwa Engkau mendengar. Amin.