Tersandung di hadapan-Mu

Ayub 10:14

Tuhan yang Mengawasi

Jika aku berdosa, Engkau mengawasi aku, dan tidak membebaskan aku dari kesalahanku.

Ayub 10:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 10:14?

Ayub menggambarkan bagaimana jika ia berdosa, Allah akan mengawasinya dan tidak membiarkan kesalahannya lepas dari hukuman. Ini menunjukkan keyakinan Ayub bahwa Allah itu adil dan melihat segala sesuatu.

Latar belakang

Dosa yang Diawasi

Ayub merasa bahwa jika ia berbuat dosa, Allah segera memperhatikannya dan tidak mengampuni. Ini menunjukkan bahwa ia merasa terjebak: ia tidak bisa membuktikan kesalehannya, dan setiap kesalahan kecil pun menjadi alasan untuk dihukum.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan abu, tengah pergumulan

Kapan

~2000 SM

Zaman para bapa leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub dituduh sahabatnya berdosa
Ayub memohon Allah meninggalkan dia
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

Orang saleh yang menderita, ~60 tahun

A

Kepada

Allah

Yang dianggap mengawasi setiap kesalahan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָטָא

chata · Berdosa

meleset dari sasaran atau standar yang benar.

שָׁמַר

shamar · Mengawasi

menjaga, memperhatikan dengan saksama, seperti penjaga.

עָוֹן

avon · Kesalahan

kesalahan yang membawa akibat, beban moral.

Kata-kata ini menunjukkan bahwa Ayub merasa Allah seperti penjaga yang mencari-cari kesalahan, dan setiap dosa kecil dianggap sebagai beban yang berat.

Tahukah kamu

Kata 'dosa' dalam bahasa Ibrani

Kata 'berdosa' di sini adalah chata, yang berarti 'meleset dari sasaran'. Ayub merasa hidupnya selalu meleset dari standar Allah, meskipun ia berusaha.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 10:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 10:14

✕  Sering dikira

Ayub mengakui bahwa ia memang berdosa besar.

✓  Yang sebenarnya

Ayub tidak mengaku berdosa; ia berbicara tentang kemungkinan, bukan kenyataan.

✕  Sering dikira

Allah memang selalu mencari-cari kesalahan manusia.

✓  Yang sebenarnya

Pandangan Ayub adalah reaksi emosional, bukan pernyataan teologis tentang sifat Allah.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 10:14

Kita hidup di hadapan Allah yang melihat segalanya. Kesadaran ini membuat kita hidup dengan integritas, bukan karena takut, tetapi karena hormat kepada Dia yang adil.

Ya Allah, sadarkanlah aku bahwa Engkau selalu hadir, dan tolonglah aku hidup dalam kebenaran-Mu. Amin.