Ayub menguduskan anak-anaknya
Ayub 1:5
Ujian Ayub: Dari Berkat ke Bencana
PerikopAyub, Orang Benar · Ayub 1:1-12 →“Ketika hari-hari pesta sudah berlalu, Ayub akan memanggil dan menguduskan mereka. Lalu, dia akan bangun pagi-pagi sekali, dan mempersembahkan kurban bakaran sesuai dengan jumlah semua anaknya. Sebab, Ayub berkata, “Mungkin anak-anak laki-lakiku telah berdosa dan mengutuk Allah dalam hati mereka.” Karena itulah Ayub melakukannya setiap kali.”Ayub 1:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran Ayub 1.6–10 2 sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.”Ayub 1:5 · TB
Terjemahan Baru
“Sehabis setiap pesta, Ayub selalu bangun pagi-pagi dan mempersembahkan kurban untuk tiap-tiap anaknya supaya mereka diampuni TUHAN. Sebab Ayub berpikir, boleh jadi anak-anaknya itu sudah berdosa dan menghina Allah tanpa sengaja.”Ayub 1:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And it was so, when the days of their feasting were gone about, that Job sent and sanctified them, and rose up early in the morning, and offered burnt offerings according to the number of them all: for Job said, It may be that my sons have sinned, and cursed God in their hearts. Thus did Job continually.”Ayub 1:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 1:5?
Ayub memanggil anak-anaknya untuk dibersihkan secara rohani dan mempersembahkan kurban bakaran bagi mereka, karena khawatir mereka mungkin telah berdosa dalam hati. Ini menunjukkan kepeduliannya yang tulus terhadap keadaan rohani keluarganya.
Latar belakang
Ritual pengudusan Ayub
Setelah pesta berlangsung, Ayub bertindak sebagai imam bagi keluarganya: ia memanggil anak-anaknya, menguduskan mereka, lalu bangun pagi-pagi untuk mempersembahkan kurban bakaran bagi setiap anak. Ia melakukan ini karena khawatir mereka mungkin berdosa dalam hati, terutama dengan mengutuk Allah.
Di mana
Negeri Us
Rumah Ayub, di pagi hari
Kapan
~950 SM
Zaman para Bapa
Yang berbicara
Penulis Kitab Ayub
Narator bijak, mungkin dari masa pembuangan
Kepada
Pembaca Kitab Ayub
Umat yang bergumul dengan penderitaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָדַשׁ
qadash · menguduskan
menyucikan, memisahkan untuk tujuan kudus
אָמַר
amar · berkata
mengatakan, berpikir dalam hati
חָטָא
chata · berdosa
melenceng dari sasaran, melakukan kesalahan moral
Kata 'qadash' (menguduskan) menunjukkan tindakan menyucikan, 'amar' (berkata) bisa berarti pikiran batin, dan 'chata' (berdosa) berarti melenceng. Ayub menyadari bahwa dosa bisa terjadi dalam hati yang paling dalam, sehingga ia mengambil tindakan preventif.
Tahukah kamu
Peran Imam dalam Keluarga
Sebelum ada imam dari suku Lewi, para kepala keluarga biasa mempersembahkan kurban, seperti Nuh, Abraham, dan Ayub. Ini menunjukkan pola iman yang turun-temurun.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 1:5
Kejadian 8:20
kurban bakaran
“Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; ia mengambil dari segala binatang yang haram dan yang tidak haram, lalu mempersembahkan kurban bakaran di atas mezbah itu.”
1 Samuel 16:7
Allah melihat hati
“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Ayub 1:1
karakter Ayub
“Orang itu saleh dan benar, seorang yang takut akan Allah, dan menjauhkan diri dari kejahatan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 1:5
✕ Sering dikira
Ayub mengurbankan binatang untuk menghapus dosa anak-anaknya secara otomatis.
✓ Yang sebenarnya
Kurban bakaran adalah simbol penebusan, tetapi Ayub tetap khawatir akan dosa yang mungkin terjadi; ini menunjukkan iman yang hidup.
✕ Sering dikira
Ayub hanya peduli pada dosa eksternal, bukan hati.
✓ Yang sebenarnya
Ayub khawatir mereka 'mengutuk Allah dalam hati', menunjukkan perhatian pada kondisi batin yang tersembunyi.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 1:5
Sebagai orang tua atau saudara, kita dapat berdoa bagi keluarga dan peka terhadap pergumulan rohani mereka, bukan menuduh, tetapi mengasihi dan mendoakan.
Ya Tuhan, jadikan aku peka dan peduli akan kebutuhan rohani keluargaku, dan beri aku hikmat untuk membawa mereka dalam doa. Amin.