Harum wewangian ranjang

Amsal 7:17

Hindarilah Jalan Perempuan Jalang

PerikopPeringatan terhadap Perempuan yang Berzina · Amsal 7:1-27 →
“Aku telah mengharumkan ranjangku dengan mur, gaharu, dan kayu manis.”

Amsal 7:17 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 7:17?

Perempuan itu mengharumkan ranjangnya dengan mur, gaharu, dan kayu manis, yang merupakan wewangian mahal dan menggoda. Semua ini dirancang untuk menciptakan suasana sensual yang memikat panca indera, memudahkan korban untuk jatuh ke dalam dosa.

Latar belakang

Mengharumkan ranjang dengan wewangian

Perempuan itu melanjutkan godaannya dengan menyebutkan wewangian eksotis yang dia pakai untuk ranjangnya, menciptakan kesan kesenangan dan kemewahan. Ini adalah taktik untuk memikat indra pemuda.

Di mana

Yerusalem

Rumah perempuan itu

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Zaman Raja Salomo
Pembagian Kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Perempuan jalang

licik dan penuh rayuan, ~40 tahun

P

Kepada

Pemuda naif

kurang pengalaman, mudah dibujuk

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מֹר

mor · mur

getah wangi dari pohon mur, dipakai sebagai parfum dan dupa

אֲהָלִים

ahalim · gaharu

kayu aromatik yang mahal, berasal dari India atau Asia Tenggara

קִנָּמוֹן

qinnamon · kayu manis

rempah manis dan harum, sangat bernilai

Ketiga wewangian ini semuanya mahal dan langka, dipakai dalam ibadah, tetapi disalahgunakan untuk rayuan. Ini menunjukkan bagaimana hal-hal suci dapat dipakai untuk tujuan jahat.

Tahukah kamu

Mur, gaharu, dan kayu manis

Bahan-bahan ini sangat mahal dan digunakan dalam ritual keagamaan, tetapi di sini dipakai untuk tujuan menggoda.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 7:17

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 7:17

✕  Sering dikira

Mengira wewangian itu selalu baik dan menyenangkan.

✓  Yang sebenarnya

Di sini wewangian dipakai untuk menjerat, jadi boleh jadi tanda bahaya.

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini sekadar menggambarkan perzinahan.

✓  Yang sebenarnya

Juga berbicara tentang godaan yang memakai hal-hal yang baik secara menyesatkan.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 7:17

Dunia menawarkan banyak hal yang merangsang panca indera dan membuat kita nyaman. Namun, kenikmatan sesaat tidak sebanding dengan konsekuensi dosa. Latihlah diri untuk mengendalikan hawa nafsu dan mencari kepuasan yang sejati dalam Tuhan.

Bapa, kendalikanlah panca inderaku agar tidak mudah terpikat oleh bujukan dosa. Penuhi hatiku dengan kepuasan dalam hadirat-Mu yang melampaui segala kenikmatan duniawi. Amin.