Pencemooh Mengacaukan Kota
Amsal 29:8
Hikmat dalam Kepemimpinan
“Manusia pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang berhikmat menenangkan kemurkaan.”Amsal 29:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah.”Amsal 29:8 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang suka mencela dapat mengacaukan kota, tetapi orang bijaksana menentramkan suasana.”Amsal 29:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang yang suka menghina sama seperti orang yang membakar kota, tetapi orang yang bijak dapat memadamkan api keributan.”Amsal 29:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Scornful men bring a city into a snare: but wise men turn away wrath.”Amsal 29:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Amsal 29:8?
Orang yang suka mencemooh atau menghina dapat memicu kekacauan dalam masyarakat, sedangkan orang bijak mampu meredakan kemarahan dan membawa kedamaian. Ini mengajarkan bahwa kata-kata kita bisa membangun atau merusak.
Latar belakang
Dampak Pencemooh dan Orang Berhikmat
Ayat ini kontras antara dampak negatif pencemooh yang mengacaukan kota dengan orang berhikmat yang mampu menenangkan kemurkaan. Pencemooh merendahkan hal serius, sementara orang bijak meredakan konflik.
Di mana
Yerusalem
Konteks sosial kota
Kapan
~950 SM
Zaman Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Salomo
Raja Israel, ~950 SM, penulis Amsal
Kepada
Pembaca muda
Orang Israel yang belajar hikmat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָלִין
yavin · mengacaukan
membakar, menghasut, atau menyebabkan kekacauan
חָכָם
chakam · orang berhikmat
orang yang terampil hidup benar dan bijaksana
יָשִׁיב
yashiv · menenangkan
memulihkan, membawa kembali, meredakan
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa hikmat aktif meredakan konflik, sementara pencemooh merusak keharmonisan sosial—hikmat bukan sekadar pengetahuan, tetapi kemampuan untuk membawa damai.
Tahukah kamu
Pencemooh dalam hikmat
Dalam kitab Amsal, 'pencemooh' (letsim) adalah tipe orang yang sinis dan suka meremehkan, sering disebut sebagai kelompok yang paling sulit ditegur.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 29:8
Amsal 15:1
Kekuatan jawaban lembut
“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.”
Amsal 22:10
Pencemooh sumber konflik
“Usirlah pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran.”
1 Korintus 3:10
Hikmat membangun
“Dengan kasih karunia Allah, aku meletakkan dasar; orang lain membangun di atasnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Amsal 29:8
✕ Sering dikira
Menganggap 'mengacaukan kota' hanya tentang kerusuhan fisik.
✓ Yang sebenarnya
Kekacauan bisa berupa perpecahan sosial, hilangnya kepercayaan, dan ketidakharmonisan.
✕ Sering dikira
Mengira orang berhikmat harus selalu diam.
✓ Yang sebenarnya
Orang berhikmat bisa aktif meredakan kemarahan dengan kata-kata yang tepat.
Renungan
Renungan Singkat Amsal 29:8
Hindari sikap sinis atau mengejek yang bisa memperkeruh suasana. Ketika terjadi konflik, jadilah pribadi yang menenangkan dengan kata-kata bijak dan sikap yang damai.
Tuhan, berilah aku hikmat untuk berbicara dengan bijak dan menjadi pembawa damai di tengah perdebatan. Amin.