Angin Utara Membawa Hujan

Amsal 25:23

Amsal Salomo yang Disalin Hizkia

Angin utara membawa hujan, dan lidah fitnah mendatangkan muka yang marah.

Amsal 25:23 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 25:23?

Ayat ini menggunakan perumpamaan alam: seperti angin utara membawa hujan, begitu juga lidah yang suka memfitnah—membawa kemarahan dan masalah. Fitnah atau gosip selalu menimbulkan reaksi negatif dan merusak hubungan.

Latar belakang

Lidah Fitnah Membawa Kemarahan

Amsal ini membandingkan angin utara yang membawa hujan dengan lidah fitnah yang mendatangkan wajah marah. Fitnah adalah seperti angin yang membawa akibat buruk, yaitu kemarahan dan konflik.

Di mana

Yerusalem

Pasar kota · siang hari

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan Bait Suci
Perpecahan Kerajaan
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel kuno, terkenal bijaksana

P

Kepada

Para murid hikmat

Generasi muda yang belajar hidup benar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רוּחַ

ruach · angin

angin, roh, nafas

גֶּשֶׁם

geshem · hujan

hujan lebat, hujan deras

לָשׁוֹן

lashon · fitnah

lidah, bahasa, perkataan

Kata 'lidah' (lashon) menunjukkan kekuatan perkataan, dan 'ruach' bisa berarti roh atau angin, menekankan bahwa fitnah itu seperti angin yang membawa akibat nyata.

Tahukah kamu

Angin Utara di Israel

Di Israel, angin utara sering membawa hujan deras, jadi perumpamaan ini sangat dikenal oleh pendengar asli.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 25:23

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 25:23

✕  Sering dikira

Angin utara selalu membawa hujan, jadi setiap omongan buruk pasti berakibat buruk.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah perumpamaan, bukan ramalan cuaca; fitnah memang cenderung menimbulkan kemarahan.

✕  Sering dikira

Hanya angin utara yang buruk, padahal semua angin bisa membawa hujan.

✓  Yang sebenarnya

Fokusnya adalah pada akibat dari lidah fitnah, bukan geografi.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 25:23

Perhatikan kata-katamu. Sebelum membicarakan orang lain, tanyakan apakah itu perlu, benar, dan membangun. Hindari menyebarkan cerita yang belum tentu benar.

Ya Tuhan, kendalikan lidahku agar aku tidak menjadi sumber fitnah dan kemarahan. Amin.