Menumpuk Bara di Kepala Musuh

Amsal 25:22

Amsal Salomo yang Disalin Hizkia

Sebab, kamu akan menumpuk bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalasmu.

Amsal 25:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 25:22?

Ayat ini melanjutkan ide dari ayat sebelumnya. 'Menumpuk bara api di atas kepalanya' bisa berarti membuat musuh menjadi malu dan bertobat karena kebaikan kita. Selain itu, Tuhan akan membalas kebaikan kita. Ini menunjukkan bahwa cara untuk mengatasi musuh adalah dengan kebaikan, bukan balas dendam.

Latar belakang

Balas Musuh dengan Kebaikan

Ayat ini mengajarkan untuk memberi makan dan minum musuh yang lapar dan haus. Tindakan ini dianggap sebagai cara untuk menumpuk bara api di atas kepalanya, yang artinya mempermalukan musuh dengan kebaikan dan membiarkan Tuhan yang membalas.

Di mana

Yerusalem

Istana Raja · siang hari

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan Bait Suci
Perpecahan Kerajaan
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel kuno, terkenal bijaksana

P

Kepada

Para murid hikmat

Generasi muda yang belajar hidup benar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גֶּחָלִים

gechalim · bara

bara api, batu bara yang menyala

רֹאשׁ

rosh · kepala

kepala, bagian atas, pemimpin

יְהוָה

YHWH · TUHAN

Nama pribadi Allah Israel

Ketiga kata ini menggambarkan tindakan kebaikan yang ekstrem, yang justru membuat musuh merasa malu dan menyerahkan pembalasan kepada Tuhan, bukan pada diri sendiri.

Tahukah kamu

Bara Api di Kepala

Di Mesir kuno, ada ritual di mana seseorang membawa bara api di atas kepalanya sebagai tanda penyesalan, jadi metafora ini mungkin merujuk pada rasa malu yang membakar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 25:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 25:22

✕  Sering dikira

Berarti kita harus memukul musuh dengan bara api secara harfiah.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah metafora untuk membuat musuh malu dengan kebaikan.

✕  Sering dikira

Dengan berbuat baik, kita bisa memaksa Tuhan membalas kita.

✓  Yang sebenarnya

Ini menyerahkan pembalasan kepada Tuhan, bukan jaminan pembalasan langsung.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 25:22

Ketika kamu berbuat baik kepada musuh, jangan berharap langsung berdamai. Serahkan hasilnya kepada Tuhan, dan biarkan kebaikanmu berbicara lebih keras dari kebencian.

Tuhan, tolong aku untuk percaya bahwa kebaikan yang kuberikan kepada musuhku adalah benih yang Engkau akan tumbuhkan. Amin.