Pisau di leher

Amsal 23:2

Terhadap Kemewahan dan Hikmat

Perikop--6-- · Amsal 23:1-3 →
“dan letakkan pisau pada lehermu jika kamu adalah orang yang bernafsu besar.”

Amsal 23:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 23:2?

Ayat ini menggambarkan pentingnya mengendalikan diri, terutama jika kita memiliki nafsu makan yang besar atau kecenderungan serakah. 'Letakkan pisau pada lehermu' adalah ungkapan yang berarti menahan diri dengan keras, agar tidak terlena oleh kenikmatan duniawi yang bisa menjerumuskan.

Latar belakang

Peringatan keras terhadap nafsu

Ayat ini menggunakan metafora ekstrem: bila kamu punya nafsu besar (makanan, kekayaan), potonglah dirimu sendiri—artinya, kendalikan hawa nafsumu sekuat mungkin, seperti bersiap mati.

Di mana

Yerusalem

Latar pengajaran, istana

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Puncak kejayaan Israel
Perpecahan kerajaan
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, ~950 SM

A

Kepada

Anaknya (pembaca muda)

Orang muda yang mudah tergoda nafsu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שִׂים (sim)

sim · letakkan

Taruh, letakkan

מַאֲכֶלֶת (ma'akhelet)

ma'akhelet · pisau

Pisau daging/Jagal

נֶפֶשׁ (nefesh)

nefesh · nafsu

Jiwa, keinginan, kerongkongan

Nefesh berarti jiwa dan juga kerongkongan: nafsu makan mewakili hasrat paling dasar yang harus dijinakkan, bahkan dengan tindakan simbolis sekeras pisau.

Tahukah kamu

Pisau di leher

Di istana Persia kuno, tamu diingatkan bahwa kehormatan jamuan berjalan seiring bahaya—seperti pisau di leher.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 23:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 23:2

✕  Sering dikira

Perintah bunuh diri atau melukai diri

✓  Yang sebenarnya

Bahasa kiasan untuk penyangkalan diri, bukan harfiah.

✕  Sering dikira

Hanya soal makanan

✓  Yang sebenarnya

Nafsu bisa segala hal: kuasa, harta, pujian.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 23:2

Kenali kelemahanmu, misalnya saat tergoda makanan enak atau hal-hal lain yang berlebihan. Sadarilah bahwa tidak semua yang lezat baik untuk kita; belajar menguasai diri adalah kunci.

Ya Tuhan, ajarilah aku mengendalikan hawa nafsu dan keinginan yang berlebihan, agar aku tidak diperbudak oleh hal-hal duniawi. Amin.